Tuesday, October 28, 2008

pernah ngerasa

myfriend,minjam bentar fotonya untuk nampang di blog gw :)

Pernah ngerasa jadi seseorang yang dibutuhkan?
Pernah ngerasa senang jika ada seseorang yang datang ke kita minta bantuan?
Pernah dihinggapi sensasi bangga, jika kita dipilih diantara yang lain oleh seseorang?

Beberapa waktu lalu, saya sempat menikmati sensasi itu
Beberapa tahun ke belakang, saya sempat berpikir saya menjadi seseorang yang dapat diandalkan
Beberapa tahun pertama, pernah saya merasa disinilah "mimpi" saya akan come true

Namun, seiring berjalannya waktu
Namun, seiring bertambahnya usia
Namun, seiring berkembangnya pengamatan tentang sekitar

Saya merasa, saya hanya dimanfaatkan orang
Saya merasa, saya hanya digunakan orang
Saya merasa, saya hanyalah orang kecil yang berpikir "siapa menabur akan menuai"
Saya masih begini

myfriend, minjam bentar fotonya untuk nampang di blog gw ya

Kini, saat saya memiliki paradigma baru
Kini, saat saya memiliki kekuatan untuk berkata "tidak"
Kini, saat saya mengeluarkan semua ke"naif" an saya dan berpikir, saya adalah individu merdeka yang sama kayak oranglain, berani berkata "tidak" dan merasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa...

Saya tidak bisa, saya tidak tenang, ada ketakutan
Mungkin ini pertamakali saja, selanjutnya kamu akan terbiasa..(terdengar bisikan yang sangat halus memberi kekuatan,,,,)

Saya masih belum yakin, apakah saya benar mengambil sikap
But,,"just follow your heart wherever go"....

Saturday, October 25, 2008

Gokil, beneran....:))))

Jam istirahat yang aneh
Jam istirahat yang gila
Jam istirahat yang bikin sakit perut
Jam istirahat yang membuat pipi berenyut bikin pegel

Siang itu, ga sengaja saya ketemu dengan grup bapak2 gokil di kantin palembang deket kantor. Alhasil, jadilah kita makan siang bareng disitu.
Saya sdh bilang, kalo di tempat ini pelayanannya agak2 lama, maklumlah yang jualan seorang ibu yang sudah lumayan tua.
Tek wan nya delicious makanya saya makan disitu.
Dasar bapak2 gokil, mereka masuk ke dapur si ibu dan ceritanya mau bantu2 biar cepet, karena cacing dalam perut can't wait for so long,,,

Sang tuanpun mengambil langkah seribu demi kesejahteraan si cacing :)

Sibuklah bapak2 itu, mereka berlaku seolah olah menjadi pelayan restoran

Kebayang ga sih seorang HRD MANANGER,ngebawain baki makanan yang kita pesan.

Hehehehe,,dengan gayanya yang gemulai dia coba menirukan gayanya pelayan restoran.
Hahhahaha semua menjadi ngakak, cacing di perut ikut ngakak ga ya?? :-P

Pokoknya deket mereka 45 menit itu bisa mencerahkan suasana

15 menit lagi, kita harus balik ke aktifitas kerja.
"Pada mau es goyobod yang di kliningan ga?" tiba,,tiba ada suara penawaran dari salah satu bapak2 itu.

yang ga tau es goyobod, ini saya add link ttg es goyobod, so kalo penasaran kayak gimana dan pengen bikin by yourself bisa dibuka linknya.

"Kalo masih 2000 an saya traktir deh" gitu lanjuutnya

"Mauuuu..." serentak kami menjawab...

Alhasil, kami pulang ke kantor jam 13.20,,
telattttttttttttttttttt....

buruan masuk ruangan, mumpung kabag ga ada d ruangan..

hehehehe serasa jadi anak sekolahan yang badung, masuk pas guru ga ada,,hehehe

Nice experience!!!!

Tuesday, October 21, 2008

Secuil ttg Pilkada Bupati Cirebon-Simpatisan jempolan

Udara panas yang kami rasakan diperjalanan dari Cirebon menuju Bandung, sungguh membuat kami tak henti-hentinya mengipas ngipaskan tangan ke arah muka kami,demi mendapatkan semilir angin yang tentunya bisa mengurangi kadar panas yang kami derita siang itu(berharap).AC mobil sudah kalah bersaing dengan panasnya udara luar. Padahal sudah di pasang pada COOL yang maximal.

Kebisuan kami di mobil,berubah menjadi kekesalan karena ternyata di depan jalan yang kami susuri itu sedang berlangsung kampanye atau pawai PILKADA Bupati Cirebon. Waduh.."pasti kita bisa terjebak nih, bisa2 satu jam kita ga maju, karena banyak sekali mobil2 dan motor2 yang berbaris dan berkompoi, rapat sekali",,,
Itu terjadi ketika kami hendak keluar kota cirebon, mengambil jalan menuju arah bandung melewati TRUSMI dan kawasan pasar plered.



"Kalo yang berkampanye ini mengambil jalan ke kanan, kita ambil jalan ke kiri aja ya bu, buat menghindari para orang kampanye ini? ", pak supir yang mengantar kami memberi masukan.
"oo ya udah gitu aja Pak, biar kita ga terjebak juga"

Akhirnya, pak supir ambil jalan ke kiri, untuk sesaat memang benar hanya ada beberapa motor dan mobil yang ditumpangi para pendukung partai2 yang sedang berkampanye. Kami berasumsi sepertinya kampanye sudah berlangsung dari tadi, dan pada saat ini sudah bubar, sehingga di beberapa arah ada orang2 yang mungkin sudah berkonvoi hendak pulang ke tempat masing2. Kami pikir, jalan yang kami ambil ini tepat, tidak bakal kena macet.

Semakin mobil kami maju ke depan, kok semakin banyak kerumunan orang, banyak motor dan mobil yang menepi, dan banyak juga di pinggir2 jalan, masyarakat yang berbaris rapi, menyaksikan konvoi tersebut.

Waduh ternyata, disinilah mereka (para simpatisan) itu mau menghadiri kampanye partai politik itu, mereka hendak menuju ke lapangan kantor pemerintahan Cirebon di JL. Dewi Sartika-SUMBER. Yo wes dengan sabar, kami mengikuti keadaan lalulintas siang itu.



Ketika saya sedang asyik, menyaksikan orang-orang tersebut yang bernyanyi2-meneriakan uel2 partainya- yang mau berpanas2 ria bermotor, saya pikir mereka dikasih apa sampai mau berkorban sedemikian. Demi sebuah kaos, yang diberi gratis yang berlogkan partai tertentu? Atau mereka diberi uang saku? (mengingat hari gini, ga ada yang gratis, dan ga ada orang yang mempunyai niat tulus untuk melakukan sesuatu tanpa embel2"money"..)atau mereka dijanjikan kalo calon yang mereka dukung menang di PILKADA ntar mereka akan di kasih kerjaan jadi PNS? atau demi sekotak nasi dus yang dibagikan dari satu mobil ke para peserta konvoi?
aahhh rasanya ga mungkin sekali kalo tanpa "something"....

Saya yang duduk di kursi belakang, melihat ke kaca sebelah kiri, tepat beberapa cm dari mobil yang saya tumpangi, banyak sekali motor2 yang berbaris maju perlahan-lahan dengan suara mesin yang diraung-raungkan, maklum kebanyakkan mereka masih muda, darah muda masih mengalir kuat, wajah mereka juga serem2 ditambah dengan terik matahari yang sangat puanas membuat muka mereka yang memang sudah item tambah pekat..(hehehe maapkan, ini hanya deskripsi buat semua yang baca sehingga bisa dengan jernih membayangkan latar postingan saya ini :-P)

Tanpa sengaja, mata saya melihat sebuah Vespa, yang dengan lincahnya bisa menerobos beberapa motor di depannya dan walhasil dia bisa berada di depan kami. Yang membuat saya heran, si Bapak yang mengendarai Vespa ini, di bahu sebelah kirinya menyandang sebuah tongkat -yang biasa digunakan untuk orang yang pincang, biasanya tongkatnya nanti dikepit diketiak-. Waduh.. waduh.. si Bapak itu ngapain bawa tongkat, saya pikir buat seseorang, reflek mata saya melihat ke kaki si Bapak tsb, saya lihat telapak kaki kanannya tidak ada, dan tidak mungkin tertutup celana, dia menggunakan celana panjang merah, dan saya lihat celana panjangnya itu menjuntai ke bawah dan telapak kaki tidak muncul disitu.
Ternyata Bapak itu pincang, tongkat itu untuknya.

Pak, Untuk apa bapak ikut konvoi kampanye partai sementara keadaan Bapak seperti itu?
Tidakkah itu menyusahkan Bapak?
Pastinya, Bapak sudah membuat seisi rumah Bapak khawatir, karena pastinya mereka sudah melarang BAPAK untuk konvoi, tapi BAPAK membandel. Bener ga Pak semua pikiran pikiran saya.


Supir bilang, "wah hebat si BAPAK, tapi gimana cara mengeremnya ya, kan remnya ada di posisi kanan?"
"mungkin Vespanya dirancang khusus buat Bapak itu, sehingga posisi remnya bisa ada di tangan", saya menjawab sok tahu.

Motor Bapak itu terus melaju, sesaat fokus kami kepada si BAPAK itu, kejadian lainnya diluar itu tidak kami perhatikan.



Mungkin kini saatnya, masyarakat ikut berpolitik, belajar berpolitik melalui memberikan dukungannya langsung kepada calon yang dianggap sepaham dengan kita. Si Bapak ini saja,tidak menjadikan "kecacatannya" menjadi halangan untuk dia mendukung calonnya. Sebuah dukungan yang patut diajungkan jempol. Sampai saat saya menuliskan postingan ini, saya tidak tahu motif apa yang mendorong si BAPAK, mau berpanas2 ria, sendirian --dia tidak berkelompok, sebagai mana orang2 lain yang ada disitu-- melakukan ini semua. Saya yakin dia tidak kenal dengan sang calon "bupati" itu secara personal, saya yakin dia tidak sedang mencari sensasi.

Saya yakin, Bapak itu memiliki semangat kecintaan kepada bangsa yang sangat besar, dia memiliki jiwa patriot, dan dia memiliki rasa kepedulian. Sementara banyak orang yang merasa EGP dengan pilkada-pilkada yang ada saat ini, karena kebanyakan orang yang menang nanti lupa akan "janji-janjinya" yang di sesumbarkan ketika kampanye. Yang berjanji :
- sekolah gratis
- kesehatan gratis
- lapangan pekerjaan luas
- tidak ada korupsi
- menciptakan keamanan dan kenyamanan


Semua hanya janjiiii!!! Realisasinya?????

Banyak yang lupa dimana catatan2 pidatonya ketika kampanye itu diletakkan, Sudah dibakar kemungkinan ketika euforia dalam kemenangan pilkada... :)

Cobalah lihat si BAPAK yang dengan berjibaku mengungkapkan dukungannya kepada calon pimpinan daerahnya kelak, kekurangan tidak menjadikannya hanya sekedar menjadi penonton, kekurangannya tidak menjadikan dia EGP (seperti yang dilakukan khalayak luas..)dengan pesta demokrasi. DiA ikut peduli.

Ayo para "calon" pemimpin daerah, perhatikan nasib para lanjut usia, para orang yang hidup dalam kecacatan. Apa yang akan pemimpin berikan sebagai balasan dari dukungan mereka terhadap anda --sang pemimpin---

Bisakah kalian menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi kami tinggal?(sementara di berita yang tadi saya dengar, tergrebeknya rumah salah satu anggota teroris di daerah kelapa gading, di dalamnya ditemukan sejumlah bom-bom rakitan dan banyak sekali zat2 untuk pembuatan bom..)
Mampukah kalian memberikan fasilitas bagi para penyandang cacat,sehingga mereka juga merasa diakui keberadaannya di negeri ini?
Maukah, kalian memberikan jaminan kepada para lansia untuk dapat menikmati hari tuanya tanpa dibebani dengan biaya hidup yang tinggi? (di negara2 maju para lansia diperhatikan pemerintah)

Wah alangkah berbahagianya apabila para pemimpin tahu berterima kasih.
Betapa air muka kami menjadi cerah, apabila para pemimpin mengutamakan kepentingan bersama daripada pribadi.
Sungguh kami tidak akan merasa rugi, memilih pemimpin kami, apabila mereka tidak membuang atau membakar catatan2 pidato kampanye yang berisi janji2, namun memfilenya dan dapat dibuka sewaktu2, untuk mengecek apakah visi misi kepemimpinannya sudah berjalan sesuai catatan tersebut.

Mungkin, kami terlalu berharap banyak.
Tapi itulah kami sebagai anak2 bangsa ini, kepada siapa kami bisa menggantungkan lengan kami ketika kami hendak meloncat melewati lobang dijalan kehidupan kami, ya tentunya kepada Bapak kami, pemimpin bangsa kami--anda-anda yang sudah kami pilih sebagi pemimpin kami. Karena kami anak2 bangsa ini yakin, bapak kami==pemimpin kami== memiliki lengan yang lebih kuat untuk kami bisa bergantung ditangannya.

nb: akhirnya saya tahu bagaimana cara si bapak menginjak rem Vespanya yang ada di kaki sebelah kanan? see,,Tuhan kasih banyak akal di atas kekurangan manusia..:)

Saturday, October 18, 2008

284

Terpana, ketika masuk ke INDOSAT Center di BEC, banyak sekali orang.
Tadinya saya pikir di ruangan tersebut ada semacam seminar atau acara meet and greet, ga taunya semua orang yang ada disitu sedang menunggu antrian.

Antrian untuk mendapat pelayanan dari customer service. Ya ada yang mau konsul soal GPRS, INTERNET dan lain sebagainya yang berkaitan dengan Ponsel.

Teknologi sudah menjadi konsumsi masyarakat. Itu bisa terlihat dari banyaknya konsumen yang tadi di gerai INDOSAT. Saya saja yang tadai datang ke gerai jam 16.00 DAPAT NO URUT 284. Gila,,,,sementara konsumen yang dilayani baru sampai antrian 221.
berarti harus menunggu 63 konsumen berlalu dilayani baru giliran saya tiba.

Tapi semua menunggu dengan sabar. Parahnya lagi, kalo kita mau pergi dulu ke somewhere dan pas tiba kembali no kita udah kelewat, kita harus ngambil no antrian baru, uuhhh ga mau banget harus memulai menunggu kembali.
Akhirnya, disana dengan sabar dan pegel saya duduk manis menunggu giliran.

Kecanggihan teknologi ponsel saat ini membuat saya takjub. Bayangkan dunia ada di ujung jari kita. Ponsel yang sudah disupport oleh teknologi GPRS, dan Internet membuat kita semakin dapat memperluas wawasan. Tergantung sih positif or negatif :)

Manusia yang menemukan teknologi itu orang pintar dan genius. Tuhan menganugrahkan talenta yang luar biasa. Otak manusia yang hanya segede gitu bisa menciptakan satu teknologi sebesar dunia. Maksud saya, dengan teknologi internet kita bisa menjelajah dunia tanpa harus menggeser posisi duduk, bukankah itu sebuah surprise dari sebuah teknologi???

mmm,,, Tuhan memang ajaib. Ada pepatah yang bilang, otak manusia bagaikan parasut, baru bekerja ketika sudah mengembang.

Ayo kita buat otak kita mengembang like parasut. Kalo udah ngembang, kita bisa menciptakan satu karya. Apalagi di saat ekonomi dunia yang katanya sedang krisis, kaum2 pencipta "karya" sangat diperlukan.

Yuuukk berlomba mengembangkan parasut! terbang lebih tinggi, tapi jangan lupa untuk mendarat di bumi.

Friday, October 17, 2008

sms memilukan :(


+08522189XXXX
wan,tega bgt ya si ontohod maenin gw!!

Sedih. kecewa. mau marah tapi ga bisa
Itu yang saya rasa pesan dari sms yang saya terima dari temen saya sore tadi.





saya hanya bales
mmm..jadiin pelajaran aja bu, kalo tuh co bnyk alasan tuk ga nemuin kmu berarti
dia ga serius. Yoooo cari sasaran laen hehehehe...

sent


Pelajaran buat kita sebagai cewek gimana menghadapi "gombalan" co.Kenapa ce selalu termakan "gombalan" co,,,?

Berkali kali. Nangis, menggondol bergulung gulung tissue. Sakit hati. Tapi ya kok kesandung lagi.

Entah ada aji2 apa, cinta selalu membuat pelakunya rela tersakiti.

Sebenernya bukan rela, hanya sekadar berusaha untuk merubah status.

Tapi pasti suatu hari kelak, ketika jodoh itu datang, maka cinta akan menghasilkan buah yang manis.

Wednesday, October 15, 2008

Adaptasi!pencocokan!,, biar terbang bebas kayak layang2

Hampir semua berita infotainment berisi cerita yang sama. Cerita mengenai selebritis dengan kehidupannya yang dikupas tuntas, mulai dari dia bangun ampe tidur lagi. Mereka memang kaum yang rentan dengan gosip dan no privacy.
Makanya untuk menjawab singkat para kuli tinta yang tak patah arang mengejar sang selebritis, muncullah "no comment". Singkat namun semakin menambah gairah kuli tinta mengejar sang selebritis.

Perceraian, itu yang sedang marak.

Kasian, itu kan aib namun harus dibagi dengan seluruh pemirsa di nusantara, bahkan mungkin setengah atau seluruh dunia,mengingat teknologi yang sudah mengglobal, bisa diakses dengan mudah.

Yang mau saya bahas yaitu ada kesan para selebritis itu kurang dapat menekan ego mereka (hehehehe maap buat para sellebritis kalo tulisan gue in sok tau). Dunia selebritis ini memang 'menjanjikan" secara finansial,,(tapi kan kerjanya juga rodi boo,,), Mungkin dengan "rupiah" yang mereka dapat entah aktris or aktor merasa ampu hidup tanpa "pasangannya" yang sekarang. Sehingga jadilah KANTOR KUA berubah menjadi sarang para selebritis meng"cut" rumahtangganya dan ketua or pegawai kantor KUApun dapat numpang beken (sesaat) di media2 infotainment.

Artis juga manusia.

Perceraian tidak hanya terjadi pada selebritis, rakyat biasa dan jelatapun ada juga yang mengalaminya.

Pointnya adalah, mengapa mereka memutuskan untuk menikah?
Adakah pernikahan hanya dijadikan kontrak saja yang dibatasi waktu dan distempel materai? :)
Entahlah, saya juga tidak mengerti.

Selama ini saya belum pernah lepas dari rumah, dalam artian saya belum pernah ngekost, atau tinggal bersama dengan orang selain keluarga sendiri. Satu kesempatan saya berlibur bersama dengan teman, selama ini saya merasa cocok dan akrab dengan dia. Hari pertama saya lalui dengan senang karena saya berjalan dengan teman yang seide (itu yang saya kenal selama ini..)
Hari kedua saya mulai menilai dia, saya merasa nilai-nilai yang keluarga saya terapkan berbeda dengan teman saya (tdk prinsipil,,namun annoying) contoh kecil, di rumah setiap saya selesai dari kamar kecil, saya harus menutup pintu wc kembali,nah teman saya itu tidak melakukannya, saya ga menegur tapi kok saya ga suka ya (ntah perasaan darimana),,
Banyak lagi yang membuat saya enggan berlama-lama bersamanya,,,

Mungkin saya juga tidak perfect, dan mungkin teman saya itu juga punya hal yang menyebabkan penilaiannya ttg saya menjadi minus. mungkin saya juga menjengkelkan dan menyebalkan buat dia,,hihihihi.

Nobody perfect

Sempet saya berpikir, hah,,ternyata dia seperti itu ya,kepribadian yang selama ini tidak tampil di keseharian dia, muncul selama kami "tinggal bersama".

Mungkin, begitu pula dengan berumah tangga. Kedua pribadi yang mengarungi samudra pernikahan mengalami yang namanya change or metamorfosa ya, sehingga menyebabkan pasangannya menjadi kaget. People change!!!

Adaptasi, adapatasi, adaptasi,,itu mungkin yang harus dilakukan kedua org pasangan dalam biduk rumah tangga. Pencocokan itu harus dilakukan kembali. so ngajarin ya gue..itu yang saya dapat dari teman saya yang sudah menikah dan sedang share dengan saya.

Lelah?? mungkin,,,
tapi itulah hidup.
Cape, tapi banyak manusia takut mati,masih mencintai hidup.

So kalo kita pengen hidup, kita harus bertumbuh, orang yang bertumbuh ya pasti bergerak,berbenturan dengan ego orang lain, mengalah dan pengen semakin meningkatkan kualitas personalnya.

Nih liat deh, layang-layang yang terbang tinggi di angkasa, mereka dapat terbang berdampingan di langit biru, mereka bergerak di wilayahnya masing-masing tanpa menjada doniman satu sama lain, sehingga bila kita ambil kamera dan "klik" jepretan nya akan menjadi imange yang indah diliat. Coba kalo layangan yang satu menindih layangan yang lainnya, akankah bagus dilihat?

Sunday, October 12, 2008

MIskin, siapa yang peduli?

Bingung, mau di kasih judul apa posting saya saat ini. Tadi pagi, mamaku, datang ke rumah salah satu tetangga yang akan merayakan kendurian (mmm,,pada tahu ga ya kalo gue pake istilah 'kendurian" let me try to find similar word hajatan=pesta).Tetangga saya punya anak laki-laki akan menikah dengan seorang perempuan asala dari tasik, jadi sebenernya hajatan besarnya di Tasik, disini hanya acara sukuran saja, jadi ga terlalu resmi. Tetangga saya itu termasuk orang biasa bahkan bisa di bilang pas-pas an.

Sepulang dari rumah tetangga. Mamaku cerita, di sana ada adik si ibu tetangga tersebut sedang terbaring sakit. Sakit usus buntu. Sudah di operasi. Hanya sepertinya ada kesalahan dalam operasi yang sudah dijalankan, atau ada ketidaksempurnaan hasil operasi. Si ibu yang sakit ikut dalam operasi yang paket gratis.
Mentang2 gratis operasi dilakukan dengan sesukanya???

Dia orang tidak punya.
Operasi hanya mengandalkan salah satu jatah yang pemerintah kasih untuk orang miskin (aduh gue lupa istilahnya,,,@$%). Karena keadaan pasca operasi yang mengenaskan, si ibu mendapat rujukan untuk berobat di RS. HASAN SADIKIN.

Alkisah berangkatlah si ibu yang sakit ini ke rumah sakit hasan sadikin, karena ada salah satu kelengkapan administrasi untuk program kesehatan org miskin ini (yg istilahnya tadi gue lupa )maka si ibu ini di biarkan di ruang tunggu (sepertinya ) tanpa mendapat pelayanan apapun alias di biarin.

Kasian. Nasib orang miskin.

Kini si ibu ada di rumah tetanggaku tersebut, sambil melengkapi kekurangan2 administrasi. Padahal keadaannya sudah sangat memilukan, Akibat operasi yang "tdk sempurna" lehernya membengkak dan dia terbaring lemas.

Mendengar cerita itu, miris sekali.

Orang miskin tidak minta dikasihani, tapi tolong kalo memang pemerintah memiliki program kesehatan untuk orang miskin, lakukan dengan niat mulia bukan dengan pelayanan yang "miskin" pula.

Orang miskin nampaknya tidak boleh sakit. Sakit hanya boleh untuk orang yang memiliki uang, hanya untuk orang yang mampu mengeluarkan lembaran2 rupiah untuk membayar tenaga medis dan pelayanan RS.

Mau bantu..secara dana saya tidak bisa membantu. Tapi saya hanya bisa menyuarakan rintihan orang2 di lantai bawah negeri ini. Haruskah mereka datang dengan wajah yang memelas, haruskah mereka selalu merendahkan diri untuk di kasihani?

Susahnya jadi orang miskin.

Tuesday, October 7, 2008

LiBuR@n



Tak terasa sudah sepekan saya berlbur di kota "gudeg". Tiap malam jalanan malioboro ga pernah terlewatkan dari pijakan kaki. Seneng. Puas. Ngerasa kayak di kota sendiri. Tapi jangan salah di kota pariwisata seperti ini kadang suka ada juga yang niat bodoh2in kita. Terutama mas mas becak, ga semuanya sih. Kadang mereka pasang tarif yang ga bersahabat, kalo kita ga terbiasa nawar pasti bisa terkuras abis deh uang hanya untuk ongkos becak. Satu tips, HARUS CEREWET...so tau aja ttg kota Jogya :-P

Mentok ga tau mau hang out kemana lagi, ya malioboro pilihan paling jitu. Barang yang dijual banyak sekali. Mulai dari pernak pernik khas jogya, batik2, sampai tas2 dan ada juga yang jual gerabah2. Asyik,saking asyiknya saya mampir di satu kaki lima, penjual baju batik, disitu saya melihat ada kain pantai, saya tanya harganya berapa, bapak tersebut bilang 35rb, busyet dah mahal bener.
Kebetulan, saya lagi jalan ama temenku,asaya tanya ini baiknya ditawar berapa ya, temenku bilang 7500 aja,,,
Tanpa pikir lagi saya bilang "7500 aja ya pak?"
"apa" ? si bapak penjual ngomong
saya pikir dia kurang dengar apa yang saya bilang saking ributnya suasana kota jogya
saya ulangi lagi " 7500 ya pak?"
kontan urat2 yang ada di muka si bapak menegang dan bilang " apa2an, kalo nda punya duit jangan nawar2...!!
Hahhh,,kaget bener sekaligus gondok tadinya mau saya jawab "nyantei aja pak nda usah sewot saya kan cuman nawar.." tapi males juga di kota orang ga mau cari ribut..
==== pelajaran menawar yang bikin bete orang wkwkkwkwkwkwk..====



Seneng. akhirnya saya jadi petualang di jogya. Seru, saya bisa menemukan satu tempat nakik kendaraan umum disana. Sekarang di jogja ada TRANS Jogya, sejenis buz way, kemana mana cuman 3000, murah dan nyaman.