Friday, February 20, 2009

masih disini



akhir-akhir ini, ruangan kerja nampak membosankan
pagi hari, ughhh,,dah kebayang akan aktifitas rutinitas kerja yang menjemukan
tiba di gerbang kantor, terhenyak,,,perasaan baru beberapa jam lalu meninggalkan gerbang ini, dan pagi ini, raga ini sudah disini lagi,,
hahhh,,gak ada tempat lain yang lebih seru untuk dikunjungi?




...melangkahkan kaki...

....memasukkan name tag ke mesin absen, yup,,saya
masih tercatat sebagai kuli setia di perusahaan ini...


hai,,selamat pagi,,gile baru datang lu,,mmm sapaan rekan rekan kerja ketika saya terus melangkah menuju ruangan kerjaku,,
hai my kompi, saya siap menekan tuts tuts keyboardmu, saya siap membuat kamu ngehang karena begitu banyak file excel yang saya buka dalam waktu bersamaan

ahhh,,saya bosan dengan excel, saya bosan dengan angka angka
saya bosan dengan kompi saya..
damnnn..saya masih disini

boring kini bersahabat dengan diriku

kring,,kring,,jiahhhh telepon itu masih disana
ugghhh kamu selalu menghantarkan banyak sekali perintah, saya minta sekarang ya datanya urgent "kata2 itu sering mampir di telinga saya"

pengen ganti suasana
pengen ketemu gerbang lain
pengen ketemu kompi baru...

saya ga mau berkutat dengan excel excel sialan, dengan digit2 nominal yang wujudnya tak pernah nampak.

ada yang mau nawarin newjob ga buat saya?
sempet terpikir untuk bikin usaha sendiri, tapi belum kepikir jenis usaha apa?
^^^^mmmm,,mikir,,mikir,,,mikir,,,^^^^^

Life must go on,, tapi bosan sedang melanda

Tuesday, February 17, 2009

"sesuatu" yang belum bernama...

Sesuatu yang selama ini saya inginkan, akhirnya bisa saya miliki, sabtu kemarin.
Senang sudah tentu
Bayangkan sesuatu yang sepertinya ga mungkin saya miliki
Hasrat yang sudah lama mengendap dalam hati saya, sempat berpikir rasanya ga mungkin kumiliki,karena saya berpikir, sesuatu itu ga terlalu saya perlukan, tapi saya ingin memilikinya.
Sebenarnya apa ini? sempat dilema,,,

Sesuatu yang kalo secara pemikiran sederhana, bisa meningkatkan prestise
Sesuatu, yang kalo secara gaya gayaan, biar ikut tren, ga ketinggalan jaman
Sesuatu, yang kalo di pikir secara dalam, adalah...bagaimana kita dapat memenuhi atau membahagiakan diri kita sendiri
Jauh dari itu, saya ingin dengan sesuatu yang baru saya miliki ini, saya bisa mewujudkan mimpi mimpi saya
dengan sesuatu ini, tidak ada excuse lagi untuk saya menyimpan seluruh gairah saya ttg cita2 saya yang sempat terlupakan.

Ayo semangat
biarlah sesuatu itu bisa mengexplore semua talenta yang Tuhan kasih ke saya.

mmmm...my dream, saya mau tenggelam dan berkubang disama, yang jika sudah waktunya saya akan membuat seseorang akan melirik dan membelalakan matanya dan berkata
nice job..my dear...

:)

"sesuatu" itu belum saya kasih nama, ada yang punya ide?

Saturday, February 14, 2009

happy valentine



14 februari semua orang akan spontan mengatakan hari kasih sayang

hari ini saya menerima sms ucapan hepi valentine dari 2 orang teman yang saya kenal dari chatting

ketika sms berdering saya baca namun saya anggap biasa, bahkan lupa isinya apa

malam ini, ketika utak atik hp dan berniat menghapus message2 yang sudah mengendap lama di hpku ternyata 2 sms ucapan valentine itu kembali saya baca, kali ini baca dengan serius

dua orang menunjukkan rasa sayangnya pada saya entah sebagai teman atau lainnya, semuanya mendoakan saya tentang yang baik baik. Terasa ucapan itu tulus disampaikan.

Jadi berpikir, orang yang saya kenal dari media chatting, belum pernah ketemu, apalagi memegang fisiknya, bisa mengungkapkan rasa sayang di hari valentine, tapi kok rasanya sulit ya mengungkapkan sayang itu ke orang yang tiap hari kita temui, orang yang tiap kali bisa kita ejek, bisa kita cubit, bisa kita maki bahkan bisa juga kita paksa untuk traktir kita hahahahaha

Pernah bertanya, kenapa kita bisa akrab dengan orang yang belum pernah kita temui?
saya jawab, karena kita tidak berani hidup di dunia nyata, kita berani bermain dengan khayalan kita.
Kita tidak berani menjadi diri kita sendiri di kehidupan nyata. kita selalu memakai topeng agar dinilai 100 oleh lingkungan kita. kita ga bisa menjadi diri kita sendiri, kita ga bisa melakukan apa yang kita mau, karena terbentur dengan penilaian sekeliling.

Mungkin masih ada waktu, untuk kita mengucapkan HAPPY VALENTINE, pada orang orang yang tiap hari kita temui. Rasanya ya kok janggal ya mengucapkan ini, bagi saya,,karena saya tidak biasa dengan ritual valentine day...
Valentine bisa tiap hari, tapi kalo kita ikut mengucapkannya di 14 februari 2009 ini seru juga kali yaaa,,,ikut trenzz,,,,:)))

HAPPY VALENTINE temen2 yang berkunjung ke Life is A gift!!!!

Sunday, February 8, 2009

real,,

opung doli saya datang dari kampung nun jauh, sumatera utara sana, ke bandung, karena mau menghadiri pernikahan cucu laki2 dari anaknya yang pertama (tulang gue,,,)

kemaren pernikahan itu terjadi, dan si opung menghadirinya, mulai dari pemberkatan nikah di gereja sampai acara resepsinya di salah satu gedung di kota bandung ini.

Opungku ini sudah berumur 80an lebih, tapi masih lahap menyantap daging dan masih mencari "tuak" dan bir untuk di minum. Dia bilang kalo belum minum bir, tubuhnya bisa loyo,,(gileee, masih perkasa ya opung gue,,)

makanya sepulang dari gereja dalam perjalanan menuju gedung, saya dan ortu mampir dulu ke toko minuman, dan membelikan bir hitam untuk opung tercinta.

Resepsi lumayan lama berlangsung, maklumlah acara batak, dengan adat istiadatnya yang seabreg, walhasil acara beres sampai makanan ludes pukul 19.45...

akhirnya, kami mengantarkan penganten, ke rumah tulang gue di kawasan rancabali, nyampe sana, kami cucunya melihat opung tidur di kasur, kami cucunya berkerumun, ada yang memijat kakinya, ada yang memijat keningnya, ada yang memijat tangannya, semua dilakukan demi membuat senang opung yang kami jumpai sesekali, setahun sekali aja tidak mungkin.

"opung cape ya..?"
dia tetep ga bergairah
akhirnya kami guyonin, "opung kangen ya ama opung boru (nenek perempuan yang ga ikut,tinggal di kampung, karena sudah susah jalan, jadi ga ikut..)?"
"iya, dia pasti tidak makan teratur, kalo sama saya,dia makan 4 kai, dia makan pake daging, dagingnya saya pisah2kan dulu dari tulangnya (dia bercerita dengan menggunakan bahasa batak yang kalo daya terjemahkan secara bebas artinya demikian)"
"saya tidak pernah lupa kasih dia teh manis", lanjut opung saya


pokoknya intinya, hanya dia yang bisa mengurusi opung boruku itu, yang lain tidak, termasuk cucunya sendiri, yang saat itu dititipkan untuk menjaga opung boruku itu

"jadi opung kangen nih ceritanya ama opung boru, opung mau telp opung boru", saranku
"iya", jawabnya


akhirnya telp kami sambungkan, dan mereka berceloteh banyak hal, seperti sepasang kekasih yang saling menceritakan kegiatannya seharian itu satu sama lain.
Mereka bercanda.

lumayan lama mereka saling berbicara

Setelah telepon itu, opung doliku, mau makan, dan akhirnya tidak lama dia berbaring di kasur kembali, dan terdengarlah dengkurannya.

Pijatan cucunya, olesan kayu putih untuk membuatnya hangat, tidak bisa membuat dia tenang.

Suara opung boru gue, istrinya opung doli gue, soulmatenya, hanya itu yang bisa buat dia tenang dan akhirnya bisa beristirahat.

Akankah kita, jika sudah setua itu, bisa merasakan kehilangan ketika jarak memisahkan?
Akankah kita, masih setia ketika pasangan kita sudah tak sekuat dulu, sudah tak seganteng dulu, sudah tak dapat mengambil makanannya sendiri, sudah tak bisa diajak berjalan bersama?
Maukah kita, menjadi "penyedia" segala kebutuhan pasangan kita ketika dia sudah tidak bisa "menyediakan" segala keperluan kita?

Sunday, February 1, 2009

menua bersama

pagi ini pergi ke gereja bersama kedua orangtua yang saling membisu di dalam mobil
mama dan bapa telah menua bersama selama hampir 34 tahun
lama juga,,,
harusnya sudah saling mengenal sekali satu sama lain
seharusnya...



tapi ternyata itu semua tidak menjadi pegangan yang bisa dijadikan patokan sebuah rumahtangga berjalan dengan indah
seperti pagi ini, aksi diem dieman terjadi lagi
lagi??
ya karena ini seringkali terjadi

kadang saya bertanya, apakah mereka berjodoh?
jawabannya mungkin ya, karena mereka diam dalam satu atap dalam waktu yang tidak singkat, 34 tahun,,,
jawabannya mungkin tidak, karena seringkali aksi saling memaki dan saling menyalahkan menghiasi udara alam istana yang mereka bangun
yang pasti, saya tidak tahu

tapi itulah mungkin kelebihan orangtua kita, orang yang dilahirkan di edisi 40an dan 50an,,,
mereka terikat dengan komitmen di depan altar
mereka menandatangi kontrak hidup bersama selamanya diatas meterai yang bergambarkan salib bukan burung garuda
mereka memikirkan keutuhan keluarga, sehingga anak2nya dapat tumbuh didalam keluarga yang lengkap, ada ayah dan ibu,,,
yahhh mereka berpegang pada itu semua, mereka terus bersama walaupun secara penilaian saya, mereka saling menyakiti satu sama lain

kadang terpikir, apakah rumahtangga tipe seperti ini masih bisa survive di kehidupan saya mendatang?

dalam khayalan saya, saya ingin sekali dapat menjadi seorang istri yang dapat memahami suami dan dapat dipahami suami
dalam khyalan saya, kelak saat saya berumahtangga saya ingin sekali mengungkapkan apa yang saya mau agar suami saya lakukan dengan penyampaian yang manis bukan dengan nada marah yang tidak dimengerti
dalam khyalan saya, saya ingin sebuah rumahtangga yang dibangun dengan cinta, dengan sayang dengan tulus dengan tidak menutupi kekurangan diri dengan suatu keberanian mengungkapkan it's me seseorang yang lemah yang butuh pendamping untuk senantiasa memberi topangan dan hidup menua bersama tidak dalam kepalsuan

yang dalam khayalan saya mungkin itu khayalan mayoritas orang, dan mungkin juga jauh dari kenyataan

mungkin yang tepat, saya meminta agar saya dipertemukan dengan sang adam yang "tulang rusuk"nya memang hilang (bukan adam lain yang ga kehilangan tulang rusuk)
sehingga saya akan merasa belahan jiwa itulah tempat tulang rusuk (saya) berpaut

dan akan terasa seolah olah "dia"lah ari ari saya yang sudah tertanam (terpisah)sejak saya menangis pertama kali ke dunia sambil berkata "oeeee..."
kini, bertemu kembali di depan altar dan mendatangani kontrak hidup bersama selamanya diatas materai bercap salib