Thursday, April 14, 2011

Perih....



Bibirku berkata "semoga kamu cepet menemukan jodoh"..terdengar tulus
namun sebenarnya hati ini meronta, berontak dan ga rela kamu dimiliki oranglain
Jahat sekali aku ini,,,seperti musang berbulu domba
ahhh ga enak rasanya "mencap" diri sendiri seperti itu...sepertinya aku sadis banget
padahal aku hanya tidak mau kehilangan kamu,,,
kehilangan perhatian kamu dan pada akhirnya kehilangan suara kamu yang selalu peduli segala hal tentang aku..

Oiii...alam...kembalikan dia hanya untukku
Jodohmu itu aku....aku...jangan kamu sibuk terus mencari
Ihikz..tapi memang kita terlalu dan sangat terlalu jika memaksakan untuk bersama

Kenapa juga harus ada jurang yang SANGAT CURAM...diantara kita

Saat kau bilang, ada cewek yang mulai kau coba sukai,,,aku mendukung kamu, dan terus mendorong kamu untuk melakukan pendekatan yang ekstra gencar...
Kau mungkin merasa senang ada "sahabat" yang seperti aku, selalu mendukung..
Tapi dalam semangat aku mendukungmu,,,hatiku lemah..dan akhirnya meneteskan airmata

Aku merasa sebatang kara. Aku merasa terbuang, tersisih dan ga ada semangat untuk hidup ...

Tiap kali, aku mengingat ceritamu tentang hari-harimu bersama "perempuan" itu...aku menangis, Ya Tuhan kuatkan aku...

Kucoba tersenyum saat kau pergi...(laluna pisan)

Kini kau jarang mengisi wall jaringan sosial yang aku punya, kau ga pernah comment lagi di statusku,,,tapi kubaca di jaringan sosial "perempuan" itu..kau eksis sekali,,,akhirnya aku kehilanganmu...

Kehilangan lagi...
Haruskah terjadi untuk kesekian kali???

000KUCOBA TERSENYUM SAAT KAU PERGI0000

Sunday, April 10, 2011

Disaster Recovery,,apaan sih ?

Business Contingency Planning continually confronts the unlikelihood of a disaster. An interruption could be something related to a winter storm, the loss of electricity to the general area, or the complete and inaccessibility of a facility for an extended period of time. The cause of the interruption doesn't matter, but I assert being capable of gaining management control of the interruption does.
Depending on the length or severity of the interruption, significant consequences or the very survivability of the corporation may depend on management's ability to reestablish critical business functions. Usually these business functions have required years to create and establish, but management must reestablish these functions sometimes within hours or days. This is a difficult problem and reestablishing the complex business environment in a timely manner requires a well thought out plan in place ready to be executed.
Normally we need only to cite the 1992 Chicago Flood or the 1993 World Trade Center Bombing to stress that while we tend to think of a disaster in catastrophic terms such as a building fire, natural flood, earthquake, or hurricane. Other totally unexpected causes can also cause significant business interruption which could be disastrous to the corporations. Some of these may be: Civil Unrest, Sabotage, Terrorist Activities, Power Grid Failure, Telephone Failure, Other Utilities (i.e. gas), Inclement Weather, Asbestos, Carcinogens, Computer Viruses, Corrupted Data, or Equipment Failure.
BCP is an answer to the unexpected business interruption. It is a proactive executive commanded crisis management program driven by business requirements.
The plan creates a crisis management team empowered to control any interruptions of the business. Properly constructed, this crisis management team has the capability of responding appropriately to any interruption; from the interruption of telephone service to and including a worst case scenario involving complete inaccessibility of facilities.
As a proactive management controlled program, BCP modifies the consequences of a business interruption to a level acceptable to management and provides a tested vehicle when executed will permit an effective resumption of interrupted business functions.
Each business function is analyzed to define the consequences of an outage of service in quantifiable financial terms, operational impacts, and legal or regulatory restrictions. These consequences are then assessed by management who defines the point at which the consequences are unacceptable. That point becomes the recovery time frame. Each business function may have a separate recovery time frame.
BCP then identifies recovery alternatives that cost effectively restores critical business functions within an acceptable time frame. Management authorizes and approves the recovery solutions. A recovery plan is developed around the recovery solution authorized by management. The recovery plan is exercised to train the recovery organization, to define changes necessary in the plan to strengthen it, and to provide a tested vehicle which when executed will permit an effective resumption of interrupted business functions or computer operations.
BCP objectives are to: Ensure continuity and survival of the business, provide protection of corporate assets, provide management control of risks and exposures, provide preventative measures where appropriate, and to take proactive management control of any business interruption.
BCP provides a balance between acceptable potential losses and acceptable onetime and annual costs.
Business Contingency Planning is a business function which when properly employed places revenue loss and cash flow exposures under management control during any business interruption. Business Contingency Planning can also assist management in providing customer confidence and service satisfaction, as crisis management control can assist the corporation in maintaining market share, and can provide the basis to promote industry image.
Business Contingency Planning implementation and ongoing maintenance mythology will provide answers to the questions of:
How do I reestablish my business function(s)?
What is a disaster?
When do the impacts begin?
How much loss can be tolerated?
What are the options?
What will a recovery plan cost?
How much is enough?


Saturday, April 2, 2011

Karena Cinta ...Aku bermimpi

02 April 2011
#Saattokosdgsepi#



Kamu tahu,
aku benci dengan semua ketidakpastian.


Termasuk ini membahas hal yang aku sendiri belum yakin. Banyak ragu yang masih bersarang di benak ini. Ragu dengan dirimu, ragu juga dengan mereka. Mungkinkah mereka mendukung aku??

Aku merasa detakan jarum jam yang melaju dengan kecepatan yang konstan tiap hari nya, kulewati hanya dengan kesia sian. Aku seperti minum air dalam laut. Ohhh Tuhan..aku tidak mengerti, apakah semua ini ada dalam rancanganmu dalam kehidupanku??

Aku tidak yakin Tuhan.

Beri aku TANDA dariMu. Agar semua bukan kesia siaan belaka.
Lelah rasanya melukis di udara. Selalu terhapus oleh terpaan angin.

Aku ingin melukis mimpi - mimpiku dalam sebuah kanvas yang kelak aku bingkai dengan emas 24karat. Jika perlu akan aku asuransikan mimpi, kanvas dan bingkai nya dengan premi yang paling mahal sekalipun.

Kamu tahu, karena apa itu semua?
Karena mimpi - mimpiku terlalu berharga untuk tidak aku raih
Karena mimpi - mimpiku hadir ketika aku terbangun

Kamu kah orangnya yang akan merajut mimpiku itu menjadi nyata, bahkan kitalah yang akan jadi pemerannya dalam setiap kanvas - kanvas putih yang sudah tersedia di depan sana...


Hope, u...coming soon..
The helper from God, coz i'm weak...
I'm just the ordinary lady, who keeps the old tradition...

Friday, April 1, 2011

^^Malam..kusuka^^

Subuh. 02 April 2011
#terbangun di dini hari#


~ I often think that the night is more alive and more richly colored than the day. ~
Vincent van Gogh

Violet melaju di udara malam. Entah mengapa, suasana jalanan malam sangat ku suka. Suka dengan keteduhannya, kesunyiannya, dan jauh dari suara klakson dan tidak kenal macet. Violet terus melaju diiringi dengan lagu2 yang nge-beat dari tape mobil. Serasa dunia menjadi ringan, dan jiwa ini merasa beban. I'm Freeeeeeee....!!!

Tiga hari sudah, suasana ini aku rasakan. Saat violet harus berhenti dan diam sejenak di palang rel kereta api karena ada kereta api yang mau lewat, disanalah nampak perjuangan hidup kaum kaum marjinal... Mereka berjuang, menjajakan asongannya dari satu mobil ke mobil lain, mungkin bukan untuk sepuluh ribuan tapi demi selembar uang ribuan. Sederhana sekali impian mereka.....

Nampak lagi di trotoar jalanan, seorang "gembel" tidur disana, dengan baju yang sudah compang-camping dan rambut yang sudah gimbal... Pernahkah terpikir oleh mereka untuk tidur diatas kasur yang empuk dan selimut yang bisa menghangatkan tubuh?

Supir - supir angkot yang sembarangan berhenti, merasa mereka yang empunya jalanan,, terkadang membuat kesal, namun itulah hidup, mereka berjuang dan bertarung dalam kancah kehidupan ini.

Malam...sungguh sangat membuat teduh, karena sudah berkurang jumlah motor yang ugal ugalan dikendarai oleh tuannya, tidak ada lagi suaramu dengan knalpot modif yang sungguh memekakkan telinga...

Malam. Kusuka...