Saturday, September 24, 2011

Menanti dengan kesakitan




Jiwa yang merindukan kehadiranmu seakan bergejolak seperti ombak di lautan yang mengalami musim pasang
Sungguh tak terbendung deburannya, menghentak keras di dada ini, membuat kepala berdenyut, dan membuat airmata tak kuasa untuk tak mengalir.

Kerinduan yang sangat dalam...
Kerinduan untuk dicintai oleh sosok yang Kau kirimkan..
Bibir boleh berkata "aku bisa menjalani hari tanpa belahan jiwa.."
namun hati berontak...meminta untuk disayangi

Berharap pada siapa? memohon pada siapa?
Semua hanya misteri..yang menunggu waktu untuk terkuak
Betapa indahnya , jika sosok itu hadir saat ini
Saat airmata ini menetes menahan kerinduan

Terkadang bertanya-tanya...
Mengapa perasaan ini hadir dan begitu menyiksa..
Bagaimana jika takdir berkata bahwa sosok itu tidak akan hadir
Apakah dada ini tidak akan semakin sesak? dan airmata ini tidak akan mengering?
Tak berani membayangkannya

Hentikan deburan ombak ini
Karena dada semakin sakit kena hantamannya
Pikiran semakin kalut...
Tak percaya, haruskan selama ini...

Semua hanya berkata sabar semua ada waktunya
tapi itu tak menenangkan...

Meronta dan meringis karena kesakitan yang tak ada obatnya
Mungkin ketika berlutut dan memejamkan mata
merendahkan diri..memohon belas kasihan dari Sang pencipta
kedamaian itu hadir...
tenang...
Ombak ini reda...




 #sudah waktunya...datanglah 24092011#

Monday, September 12, 2011

Monday....!!! I like it...

hai...bagaimana dengan hari senin kalian?
I don't like monday masih jadi slogan yang tren ga sih saat ini...Mungkin masih yaa, tapi memang sih bangun di senin pagi itu sungguh perlu tekad extra,,,beneran loh, sungguh!!!
eitts itu yang aku rasakan, kalian gitu juga ga?

Hmmm...rasanya mata ini sulit untuk dibuka, maunya tidur terus sambil peluk guling,,,alarm berdering sampai desibel tertinggi tetep aja telinga ini tebel,,,ga nembus tuh bunyi alarm ke gendang telinga..ho..hoo..

Tapi dasar aku anak yang rajin, tetap aku berjuang sekuat tenaga untuk dapat melawan rasa malas di senin pagi ini...aku ingat, aku akan berjumpa dengan meja kerjaku yang hmmm agak berantakan dengan teman-temanku yang kadang bikin bete dan yang ga kalah penting bahkan super penting adalah deringan ponselku yang akan sering mengaum...hmm pastinya atasanku dan orang-orang di kantor pusat yang akan meminta banyak sekali data A, B dan C. Belum dijalani aja udah kebayang busy monday...hahahhaha

Ooops lupa, senin di pekan ke 2 selalu ada rapat paripurna, bagus sih membicarakan koordinasi kerja antar divisi, membahas permasalahan..nah ini, mengenai membahas permasalahan suka bikin bete, menurut bayangan aku jika ada divisi yang menemukan permasalahan kita urun rembug membicarakan jalan tengahnya bagaimana, terkadang sih ujung-ujungnya suka saling menyalahkan dan berdebat. Aku ga suka berdebat yang tujuannya membuat orang terpojok, aku ga suka berdenat dengan tujuan untuk menunjukkan "kelebihan"...aku ga suka berdebat dengan tujuan menindas dan menyalahkan....
Aku benci tehnik berdebat semacam itu...karena apa? karena kita ini team....

Tak terasa, senin ini sudah bisa terlewati...
Senang rasanya sudah berada di kamar ini, dan bebas bersantai ria di sini..kamarku adalah surgaku. Sedikit bunyi lagu-lagu slow disertai dengan semangkok kolak..
Walau sudah bukan bulan puasa, mamaku masih rajin aja nih bikin kolak biji salak...nyam,,nyam...enakkkk!!

Sebentar lagi , aku mau melanjutkan membaca 9 summers 10 autumns

Selamat memasuki hari Selasa teman-teman...Apa yang mau kalian lakukan untuk esok hari? Jika belum ada ide...gimana kalo besok, bikin janji dengan teman kantor misalnya untuk pergi makan seafood setelah pulang kerja...hmmm...asik juga kayaknya ya


:)

Saturday, September 10, 2011

Persaingan Kerja sudah sedemikiankah?

Menurut CEO perusahaan aku, cari kerja sekarang sulit. Di china saja, pelayan restoran rata - rata lulusan S1, sudah sedemikian ketatnya persaingan para pencari kerja. Itu menurut beliau, sehingga ujung2 nya beliau mengatakan :"cintailah pekerjaan kalian, jangan sedikit-sedikit berpikiran untuk resign dan mencari pekerjaan di tempat lain, karena tak selamanya rumput tetangga jauh lebih hijau.

Dan menurut beliau juga, di Amerika banyak orang-orang yang dia temui di jalan sedang menggunakan headset dan mulutnya mengoceh atau komat kamit, ternyata setelah diselidiki mereka itu sedang belajar bahasa melayu dan mandarin melalui headset itu. Hmm...mereka belajar bahasa itu dengan sasaran untuk mengeruk uang (bekerja) di belahan benua asia...ya salah satunya negara Indonesia. Woww...semakin ketat dong persaingan mencari lapangan kerja, sekarang saingan kita bule juga,,,wawww...

Sudah sedemikiannyakah?

Apa yang harus dilakukan oleh kita, yang mungkin sedang berjuang keluar masuk perusahaan menjalani proses interview demi mendapatkan satu pekerjaan?
Ternyata sudah bukan waktunya lagi untuk kita bersantai ria. Kita juga harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai update kemampuan seperti bahasa, skill, ilmu pengetahuan yang mendukung pekerjaan yang kita tekuni. Karena di dunia kerjapun, segala sesuatunya mengalami perubahan, seperti contohnya program yang digunakan di perusahaan setiap tahunnya melakukan peng upgrade an sehingga kita sebagai user harus juga mengikuti perubahan tersebut dan memanage cara berpikir kita,

Terkadang perubahan yang terjadi di perusahaan tempat kita bekerja menyebabkan kita tidak nyaman, tidak nyaman karena belum terbiasa dengan perubahan yang terjadi, alhasil ujung-ujungnya mengeluh dan demotivasi.

Kalo sudah begini, yang ada dipikiran pasti resign.

Ketika pikiran untuk resign hanya karena belum nyaman dengan perubahan itu datang, berpikirlah kembali kepada motivasi kita bekerja. Dan berpikiran bahwa perubahan yang sedang terjadi ini hanya masa transisi saja....besok-besok kita akan terlarut didalam perubahan tersebut.

Ngomong-ngomong mengenai persaingan ketat memasuki dunia kerja, saya jadi teringat 2 hari yang lalu saya mewawancarai satu orang calon pegawai di divisi saya, seorang cowok usia kurang lebih 28-30 thn an, lulusan S1. Untuk lowongan kerja yang ada di divisi saya sesungguhnya untuk lulusan SMA saja sudah cukup. Dia tidak berkeberatan untuk menerima lowongan kerja yang ada, yang harusnya hanya untuk lulusan SMA, dengan ijazah S1 nya .Cowok ini sudah menganggur dari agustus 2010...hmm hampir satu tahun yaa, dan ketika proses wawancara itu berlangsung, si cowok ini sepertinya terlalu gugup sehingga terbata-bata dalam menjawab pertanyaan2 kami. Ada satu keraguan sebenarnya untuk menerima dia di posisi yang kami perlukan. Proses wawancara kami gali sampai ke kehidupan keluarganya, ternyata dia 9 bersaudara, dan ayahnya hanyalah seorang supir truk pengangkut kayu. Dan asik-adiknya 4 orang masih di rumah -mengganggur-.

Satu kesimpulan yang saya ambil, cowok ini jelas butuh pekerjaan, butuh uang untuk kelangsungan hidupnya. Dan mengapa dia bisa menganggur selama 1 tahun padahal dia mengantongi ijazah S1? Kesimpulan saya adalah karakter selama wawancara yang terbata-bata, kurang berani dan lugu, yang menyebabkan kurang memberi keyakinan kepada si pewawancara, apakah dia sanggup menjalankan pekerjaan yang ditawarkan. Dan kesimpulan lain yang saya tarik dengan karakter dia selama wawancara berlangsung kemungkinan dia kurang percaya diri mungkin karena keadaan keluarganya.

Tapi ternyata manusia memang dilengkapi 2 hal oleh yang kuasa yaitu LOGIKA dan PERASAAN. Ketika kami meng iya kan cowok tersebut untuk memasuki posisi yang lowong di divisi kami kurang lebih 60% perasaan kami bicara, bahwa dia butuh kerja untuk mendapatkan uang dan untuk mendapatkan eksistensinya sebagai manusia lulusan S1 yang berguna, bukan hanya menjadi benalu di dalam keluarga.

Semoga pengambilan keputusan yang dicampuri dengan perasaan kasihan ini tidak salah sepenuhnya, dan dengan pola pikir seorang S1 dia dapat berkontribusi dalam pekerjaannya dan karakter yang selama ini menjadi seseorang yang kurang percaya diri, dapat sedikit demi sedikit berkurang.

Benang merah dari postingan saya kali ini adalah, di era sekarang ini ijazah S1 saja tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang kita sukai, kita perlu menampilkan performa yang baik, harus pinter berkomunikasi dan cintai pekerjaan yang kamu miliki...karena ternyata cari kerja itu ga gampang...

Satu lagi, walaupun kita sudah memiliki pekerjaan, jangan lupa terus upgrade kemampuan diri anda, cobalah sesekali ikut seminar tentang kewirausahaan, seminar tentang pengembangan diri untuk mencapai karier yang lebih baik, kursus bahasa...karena dengan demikian kita tidak akan menjadi katak dibawah tempurung, wawasan kita menjadi lebih luas, dan kita menjadi tahu dunia luar, sudah seberapa sih posisi karier kita dibanding dengan teman-teman lainnya di luar sana...itu juga dapat memacu adrenalin kerja kita, menjadi pengen naik naik, dan naik,,,sehingga pekerjaan tidak hanya rutinitas tapi seperti kompetisi yang tidak mengijinkan kita untuk stop..tapi terus menggali -menggai-menggali kemampuan diri.


Ayooo teman-teman semangat...

:)