Thursday, September 17, 2009

a tin of biscuit,,,

Kemaren saya senang sekali, tepatnya sangat bergairah, setelah tahu tanggalan di kalender menunjukkan tanggal 16, itu artinya jika saya berbelanja atau buy something dengan menggesek creditcard, pembayarannya akan ditagihkan dua bulan ke depan...hihihi
wuihhhh...lumayan kan tenggang waktu yang cukup lama...walaupun sebenernya itu menambah account hutang saya he.he.he.,, dan kapanpun jatuh temponya tetep harus di bayar.

Tanggal ini sudah saya tunggu lama sekali...

Sepulang kerja, saya meluncur memasuki salah satu supermarket langgananku, ga jauh dari kantor, sengaja keluar kantor agak lama, mensiasati jalanan yang macet menjelang buka puasa.

Tangan ini dengan lincahnya mengambil trolley kecil dan mulailah saya melenggang di lorong lorong supermarket, melihat rak kanan kiri..kanan kiri...menilik nilik barangkali ada barang barang baru yang bisa saya comot dan dilemparin ke trolley ini.

Dasar perempuan, belanja senengnya lapar mata, ampe lupa fokus utama ke supermarket. Ughhh...ting ting ting...coba goyang goyangkan kepala dan sssttt...terkumpul kembali nih memori yang berceceran. Dalam tenang saya coba mem-flashback...ahhh iyahhh saya kesini hendak membeli beberapa kue kaleng.

Maap teman teman saya tidak bermaksud mem-blow up rencana saya ini, seperti artis artis yang melakukan aksi sosial pasti selalu diliput oleh wartawan..bukan bukan untuk menyaingi mereka posting ini saya buat.

Saya hanya ingin mengarsipkan pengalaman pribadi saya di tempat ini, sekedar untuk dikenang.. mungkin di kemudian hari dan sebagai alat pengingat bahwa moment ini pernah ada.

Di hari lebaran nanti. saya pengen banget ngasih bingkisan buat satpam dan tukang sampah yang ada di lingkungan rumah saya, ga banyak sih hanya enam orang. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan, penghasilan mereka menjadi satpam tidaklah seberapa. Gaji mereka tidak mencapai kepala 3 pun,,aahhh sangat memprihatinkan.

Mungkin dengan adanya bingkisan yang saya kasih, setidaknya bikin mereka seneng bukan karena barangnya, tetapi bentuk perhatian. Saya pengen mereka merasa bahwa kehadiran mereka berarti dan mereka dianggap ada. Hanya itu...
Karena saya tahu, sekaleng biscuit dan 1 Lt minyak goreng yang saya kasih ke mereka dalam 2 hari pasti segera ludes, namun appreciate buat keberadaan mereka, itu yang saya tekankan.

Namun kegairahan saya ini, menjadi kegelisahan, saat sesampainya di rumah memboyong barang barang belanjaan, dan mama saya bertanya

"buat apa kue kaleng itu?"..yahhh ketauan juga deh
"mau ngasih buat satpam satpam di depan.."
"banyak loh satpam disini"
"iya tahu, udah saya hitung ada 6 orang kan?"
"udahlah ga usah dikasih, nanti kebiasaan"
"ya ga pa pa dong mah, kasian mereka, mereka kan udah baik, jagain rumah kita"
"ahhh..jagain gimana, mereka hanya nongkrong nongkrong..."

Saya udah tahu, akan adanya pengganjelan seperti ini. Karena bukan sekali dua kali, jika saya hendak melakukan sesuatu yang berbau "memberi" orangtua saya selalu berargumen seperti itu.

Dan ujungnya kadang saya suka jadi down
Dan berpikir, mungkinkah seperti itu.
Takutnya menjadi kebiasaan, dan misalnya pada suatu waktu saya tidak memberi lagi, mereka menagih seolah olah menjadi kewajiban saya memberi kepada mereka?

Makanya suka males, kalo hendak "memberi" diketahui ama mama saya
entah mengapa dia selalu begitu

Ahhh pasti ini bisikkan si tanduk.
Barang barang yang telah kamu beli itu adalah rejeki mereka
Lanjutkan niatmu, sampaikan apa yang sudah menjadi hak mereka, ya itu ..yang sudah jadi niatmu, a tin of biscuit...

.........
*ada suara berbisik lembut di hati saya*


Tuesday, September 15, 2009

Pesimis...no way bangetttt...

Malam ini saya ngobrol ama temen di ruangan maya

Obrol sana sini, dari mulai nanya ada gosip apa di kantor gue (sebelumnya dia temen sekantor gue)sampai mulai mencari info bahwa ada flash yang murah, dengan beli 10.000 bisa dapet 35MB cukuplah buat chatting selama 30 hari.

Bukan main senangnya temenku itu, secara dia anak kost yang selalu dibayang bayangin dengan kehidupan yang harus h.e.m.a.t...(hahaha padahal jabatan di kantornya udah lumayanlah,,tapi teteupp kalo ada yang murah kenapa ga? hihihi)

Saya (S) : "banyak lowongan PNS tuh, berminat?"
Teman Saya (TS) : "gak mungkin gue dapet.."
Saya (S) : "pasti karena lu chinesse ya :)
ahh..susah yaaa
aku terjegal di swasta
kamu terjegal di PNS
lieeuuurrr..."
Teman Saya (TS) :"Iyaa,,hahahah,,padahal sama2 manusia"
Saya (S) : "sama kok...suku gue dan agama gue juga ga bebas masuk PNS
gosipnya ada kuotanya :("

kenapa bisa begitu ya
:ha?:

.......

Kamu pernah bayangkan adakah perubahan dalam dirimu?
tentunya adalah...namanya juga berkembang, bertumbuh dan mencari jati diri

Di reuni sabtu kemaren, saya bertemu dengan seorang teman yang saya kenal jaman kuliah dulu adalah sesosok mahasiswa yang senangnya berdemo, senangnya nongkrong dan tidak memenuhi absensi 100%. Datang ke kampus dengan pakaian yang dekil, rambut yang seadanya, aroma tubuh yang ga sedap dan rokok yang selalu setia mengebulkan asapnya di sela sela bibirnya.

Di reuni itu, dia datang, tetep dengan tubuh yang agak berantakan,tapi gak asem, hanya saja dia datang langsung dari tempat kerjaannya yang lumayan jauh, sehingga dia ga sempat rapih rapih,dan sesampainya di tempat reuni dia bilang "masih jetlag euy,,,"

Akhirnya, saya dan dia berada dalam satu perbincangan, entah bagaimana permulaannya. Kami terlibat dalam pembicaraan tentang proses penemuan TEMAN HIDUP teman saya itu.

Menurut dia, Tuhan itu bekerja dengan cara yang aneh, bukan,,bukan aneh tapi ajaib. Dia menjawab doa kita ketika kita sudah berserah dan pasrah mmmm tepat ga ya pemakaian kata pasrah? Mungkin konotasi yang mau diambil adalah menyerah dan ga berbantah kali yeee,,,dalam artian kita ga pake kekuatan kita lagi tapi berserah pada kehendak Tuhan. Dia menemukan calon istrinya itu ketika dia berkata "ya Allah ...saya berserah padaMu, siapapun perempuan yang kau sediakan bagi hambaMu ini, saya akan menerimanya dengan segala kekurangannya"

Dia berubah, lebih religius, lebih positif mind dan lebih optimis menjalani hidup dan tidak sinis menatap kehidupan seperti jaman kuliah dulu.

Seharusnya saya juga begitu
:hi:

........

Friday, September 11, 2009

11.09.09

temen seruangan terima telp dari suaminya...

Suaminya cerita kalo tadi ketika dia sedang menyetir mobilnya di salah satu jalan di kota bandung, tiba tiba di pinggir jalan, ada seorang pria yang meneriakan kalo ban mobil suami temenku itu kempes. Tanpa pikir panjang mobil menepi, dan si suami temenku itu keluar dari mobil dan berniat mengecek seberapa kempes ban mobilnya. Ternyata ban mobilnya baik baik ajah tuh, ga kempes sama sekali

Ketika suami temenku itu turun, di sisi sebelah kiri mobil, ada dua orang pria yang membuka pintu depan sebelah kiri.

Tapi entah kenapa, pintu itu di tutup dan si pelaku pergi. Padahal di kursi depan mobil itu ada laptop yang terbaring.
Ini bukan modus baru, dimana orang hendak melakukan kejahatan. Pura pura bilang ban kempes, dan ketika sang empunya keluar dari mobil, si pelaku itu akan masuk ke mobil dan mengambil semua barang berharga yang ada di mobil.

temenku bilang, ternyata ga rugi tadi pagi berlutut menyembah Tuhan dan berdoa untuk keselamatan sang suami.
Yup...memulai hari dengan meminta pimpinan Tuhan satu syarat yang ga boleh dibantah! Hidup akan lebih ringan dijalani!

..............

Hari ini lelah sekali
Banyak pekerjaan, dan saya sibuk... tapi ketika matahari sudah mulai condong ke barat, huaaaa,,kok ga ada result...tetep kerjaan ga abis...
kalo udah gini suntuk jadinya dan pengen telp si yayang
padahal ketemu sih di chatting hanya ga seru jawabnya lama

kangen berat
0813XXXXXX....

"hallo.."
"hallo juga.."
"lagi apa?"
"lagi kerja. kamu dimana? kok suara anginnya besar banget, ga kerja?"
"di pinggir kantor, kerja dunk"
"lagi nyantei ya... bisa telp?"
"justru banyak banget kerjaan, tapi jadi bingung ga abis abis.."

jeda sejenak
"kaaa-ngen.."
"apa...apa....?"
"gak.."
"jiahhh..suaranya manja, itu kan suara buat malam, jangan dipasang siang gini"

uughhh kamu selalu begitu, giliran aku beneran kanget beratzz,,malah dicandain

lanjutku...
"ntar malam hari apa?"
"malam sabtu"
"artinyaaaa.....?"
"kita bakal ngobrol semalaman ampe subuh...iya kan? tapi kayaknya ntar malam kita ga bisa begadang, sabtu paginya aku harus nganterin sodara"

aku manyun....

tadinya telp kamu buat cari doping biar aku semangat kerja siang itu saat bingung kok kerjaan ga abis abis. tapi kok malah tambah males yaaa

tadi pagi aku lupa berlutut dan mengawali hari dengan menyapa Tuhan untuk minta dia menemani hari saya.


............