Saturday, February 20, 2016

Wanita yang menikah di usia (kelewat) dewasa

"" Wanita""

Saya tak habis pikir dengan prilaku orang yang mengambil keputusan untuk menikah tetapi pada kenyataannya tidak memperlakukan pasangannya dengan semestinya.

Pemikiran ini muncul ketika seorang teman bisa juga kakak,karena usianya lumayan jauh diatas aku, yang menikah di bulan Desember 2015 dan sekarang kembali ke rumah orangtuanya. Dan mengalirlah cerita -cerita mengenai perjalanan rumahtangganya yang baru 2 bulan dijalani.

Ceritanya begini......

Kakak ini berusia kuranglebih 48 tahun, secara postur dan style casual. Masih bersemangat dalam beraktivitas, bekerja di sebuah butik kebaya yang masih milik temannya. Beberapa pelanggan di butik itu memang sering bercanda, untuk mengenalkan si kakak ini dengan cowok diluar sana, buat seru2an biasanya ditanggapinya.

Pada suatu ketika, ada seorang ibu yang menjahit kebaya di butik tersebut, dan ngobrol punya ngobrol akhirnya si ibu memiliki niat untuk mengenalkan si kakak ini dengan abangnya si ibu yang sudah menjadi duda. Perkenalanpun berlangsung. Entah mengapa untuk kali ini si kakak mau berhubungan serius dengan duda. Biasanya dia paling ga mau, apalagi dengan duda beranak, soalnya ribet nanti urusannya, katanya begitu.

Si duda berdomisili di jakarta dan bermatapencaharian sebagai wirausaha di bidang keuangan. Perkenalan mereka yaa karena usia juga hanya sebatas komunikasi kaum dewasaaaa. Ga kayak orang usia 20 atau 30 dalam menjalin cinta yang penuh romantis. Perkenalan hanya beberapa bulan, karena mereka memutuskan untuk menikah di penghujung 2015. Terdengar buru-buru sih...tapiii karena sudah usia, dan memang nunggu apalagi sih, jadinya perkenalan yang singkat menurut mereka saat itu tidak masalah.

Masa- masa perkenalan dan "pacaran" yang terpisah kota, hanya dijalani lewat telepon telepon, kopi darat yaa paling di akhir pekan.

Dari masa "pacaran" deroleh kesepakatan kesepakatan di antara mereka, baik itu mengenai keuangan, anak2 si duda dan rumahtangga yang akan dibangun.

Ternyataaa....setelah si kakak menjadi istri si duda, apa yang disepakati selama pacaran tidak terealisasi. Wahhh...apakah ini penipuan?..kenapa jadi ikut kesel ya dengernya.

Saya memang tidak tahu bagaimana sesuangguhnya yang terjadi, saya hanya mendengar cerita versi si kakak itu. Kaget,
pengen nimpuk tuh duda, dan pengen bilang ama duda itu...helooooo dimana hati nuranimu. Ihhh kesel kesel

Si kakak itu diperlakukan seperti ini :
1. Setiap hari dikasih uang belanja 20rb
2. Pagi sarapannya hanya biskuit
3. Anak anak si duda sudah dewasa, sudah pada bekerja tetapi yang mencuci baju selama ini si duda. Haizzz....mana mencuci masih manual pake papan penggilasan
4. Setelah ada si kakak ini, si kakak yang disuruh mencuci
5. Lemari pakaian masih dipenuhi oleh baju mendiang istrinya, akhirnya baju si kakak disimpan di dalam koper yang dia bawa waktu sudah resmi menjadi istri si duda. Haduh...berasa lagi nginep di rumah orang yaa.
6. Dan jika di satu kesempatan ada acara kumpulan dengan teman atau sodara, si duda mengenalkan dan bilang kalau si kakak ini orang susah. Arghhh....pasangan hidup macam apa dia. Seharusnya dia itu menjadi pelindung bukan mengecilkan keberadaan si kakak.

Itu adalah beberapa hal yang menyebalkan yang terjadi dalam rumahtangga 2 bulan ini. Where is the love? Where is happiness in marriage life?

Yang kepikiran oleh saya adalah....seberapa besar sih sebenarmya niat si duda ini untuk berumahtangga lagi? Kalau memang belum mau berumahtangga ya ga usah maksain dong demi status biar ada pendamping. Sudah tua kok pikiran masih jelek. Niat menikah lagi untuk apa? Niat baikkah?

Aduhhh....masih ga bisa masuk logika. Harusnya kan gini....saya ingin menikah dengan si A karena niatnya pengen bahagia bersama si A pengen menyayangi si A dan menjalani kehidupan untuk saling tolong menolong dengan si A. Hal hal itu mungkin ga mau saya lakukan kalo dengan si B. Artinya ketika si A pun menyambut cinta saya dan akhirnya menikah yaa semampu mungkin kita berdua akan saling membahagiakan satu sama lain bukan menyakiti, apalagi ini masih hitungan 2 bulan