Tuesday, July 5, 2016

Pengen punya Suami dong....

"Aku ingin punya suami"
"Aku ingin punya suami"....
hahaha...lucu banget perasaan ini, hampir di seminggu ini membayangkan betapa asiknya kalau punya suami yang bisa menjadi "partner" in my hole life.

Sebenernya seminggu ini nampak ngebet banget pengen punya suami karena lihat instagram dan facebook teman teman yang menunjukkan relasi yang intim dan happy dengan suaminya.

Mereka....teman teman saya itu, saling mensupport sebagai suami istri, bagaimana mereka bersama sama mendidik anak2nya, bagaimana mereka saling memberi nutrisi jiwa satu sama lain. Saya yakin, itu bukan hanya pencitraan di sosmed saja, tetapi the real they life yaa begitu.

Rasanya ikut larut dalam kehidupan mereka, ketika membaca facebook mereka.....ketika mereka mengupload foto foto kebersamaan mereka, ikut berasa romantis ketika sang suami mengatakan " i love u..." kepada istrinya. Aihhhh......

Saya tahu hidup mereka ga selamanya romantis romantis, ga selamanya ngobrol dengan bahasa halus,,,,ada saatnya mereka tidak bisa mengontrol emosi dan akhirnya membuat pasangannya tersakiti. Tetapi mereka bisa mengobati perasaan sakit pasangannya.

Tiba -tiba pikiran ini melintas ke cowok - cowok yang sempat hadir dalam kehidupanku. Apa kabar ya mereka???😝
Semoga mereka juga berbahagia dengan pasangannya .
Dan mengetahui masih ada cowok di masa laluku yang masih single, jadi punya ide gila...untuk ngajakin dia nikah hahahahahaha....uedannn yaaa....(just in my mind. saya belum action....👣👣...)

Saya sudah membuka kembali hati ini.....
Buat yang mau singgah....mariiii....welcome 😃

Semoga ada jodohnya ya...👫...
Bisa mgerasain duduk di pelaminan, bisa ngerasain ngeluarin duit yang 'tak terkira' untuk resepsi
Semoga bisa diberi kesempatan ngelahirin keturunan 👪.....membangun rumah tangga yang penuh kasih.

...💟💟💟💟...

Semoga tahun ini ya....


Pengen punya Suami dong....

"Aku ingin punya suami"
"Aku ingin punya suami"....
hahaha...lucu banget perasaan ini, hampir di seminggu ini membayangkan betapa adiknya kalau punya suami yang bisa menjadi "partner" in my hole life.

Sebenernya seminggu ini nampak ngebet banget pengen punya suami karena lihat instagram dan facebook teman teman yang menunjukkan relasi yang intim dan happy dengan suaminya.

Mereka....teman teman saya itu, saling mensupport sebagai suami istri, bagaimana mereka bersama sama mendidik anak2nya, bagaimana mereka saling memberi nutrisi jiwa satu sama lain. Saya yakin, itu bukan hanya pencitraan di sosmed saja, tetapi the real they life yaa begitu.

Rasanya ikut larut dalam kehidupan mereka, ketika membaca facebook mereka.....ketika mereka mengupload foto foto kebersamaan mereka, ikut berasa romantis ketika sang suami mengatakan " i love u..." kepada istrinya. Aihhhh......

Saya tahu hidup mereka ga selamanya romantis romantis, ga selamanya ngobrol dengan bahasa halus,,,,ada saatnya mereka tidak bisa mengontrol emosi dan akhirnya membuat pasangannya tersakiti. Tetapi mereka bisa mengobati perasaan sakit pasangannya.

Tiba -tiba pikiran ini melintas ke cowok - cowok yang sempat hadir dalam kehidupanku. Apa kabar ya mereka???😝
Semoga mereka juga berbahagia dengan pasangannya .
Dan mengetahui masih ada cowok di masa laluku yang masih single, jadi punya ide gila...untuk ngajakin dia nikah hahahahahaha....uedannn yaaa....(just in my mind. saya belum action....👣👣...)

Saya sudah membuka kembali hati ini.....
Buat yang mau singgah....mariiii....welcome 😃

Semoga ada jodohnya ya...👫...
Bisa mgerasain duduk di pelaminan, bisa ngerasain ngeluarin duit yang 'tak terkira' untuk resepsi
Semoga bisa diberi kesempatan ngelahirin keturunan 👪.....membangun rumah tangga yang penuh kasih.

...💟💟💟💟...

Semoga tahun ini ya....


Saturday, April 9, 2016

Ternyata.....ini menyakitkan ya...




Memang sudah salah dari awal, tapi kita maksa. Walau susah dan airmata maksa dan ngotot keluar,keputusan harus dibuat. Hidup kita ga mungkin begini terus, perlu naik kelas ke fase kehidupan selanjutnya.

Kini mungkin jatahnya logika naik di tahtanya, ga lagi mengedepankan perasaan. Maaf sekali untuk keputusanku. Ternyata walaupun hidup saya milik saya, ternyata ada pihak lain juga 'menanam saham' dan menanti pembagian deviden.

Hahahahaha....berasa di bursa efek yaa...

Tetapi bukan karena ada yang memaksa saya untuk realistis, tetapi memang ini pemikiran dan keputusan saya sendiri.

Tidak adalagi yang harus dipertahankan, tidak ada lagi yang harus ditunggu. Percayalah...kita memang tidak berjodoh. Please...jangan terus berkutat dengan instingmu. Buka mata...tatap sekitar, dan pastikan kita tidak tidur dan terus bermimpi.

Saya....kamu...baik baik saja.
Saya....kamu...partner yang saling klik
Saya....kamu....punya cita cita yang sama menjadi pengusaha
Saya....kamu....saling tahu gimana caranya menyanyangi satu sama lain
Saya tahu kalau kamu stress, marah....apa yang harus saya lakukan supaya kamu tenang
Kamu tahu apa yang harus kamu katakan ketika saya menangis dan terjatuh.

Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu

Saya yakin....suatu saat 'perusahaanmu' hahahaha...yang entah kapan berdiri yang selalu kita bahas....yang namanya sudah kita buat....masuk ke bursa saham.

Terlalu muluk ya.

Tapi saya kenal kamu.

Pejuang yang selalu maksa jika punya keinginan harus terwujud.
Gigih.
Apapun kamu kerjakan.

Kita berpisah di persimpangan ini ya....jalanlah terus jangan tengok ke belakang,

Kita tidak tahu di persimpangan mana kita akan berpapasan kembali.

#hapusairmata




Saturday, February 20, 2016

Wanita yang menikah di usia (kelewat) dewasa

"" Wanita""

Saya tak habis pikir dengan prilaku orang yang mengambil keputusan untuk menikah tetapi pada kenyataannya tidak memperlakukan pasangannya dengan semestinya.

Pemikiran ini muncul ketika seorang teman bisa juga kakak,karena usianya lumayan jauh diatas aku, yang menikah di bulan Desember 2015 dan sekarang kembali ke rumah orangtuanya. Dan mengalirlah cerita -cerita mengenai perjalanan rumahtangganya yang baru 2 bulan dijalani.

Ceritanya begini......

Kakak ini berusia kuranglebih 48 tahun, secara postur dan style casual. Masih bersemangat dalam beraktivitas, bekerja di sebuah butik kebaya yang masih milik temannya. Beberapa pelanggan di butik itu memang sering bercanda, untuk mengenalkan si kakak ini dengan cowok diluar sana, buat seru2an biasanya ditanggapinya.

Pada suatu ketika, ada seorang ibu yang menjahit kebaya di butik tersebut, dan ngobrol punya ngobrol akhirnya si ibu memiliki niat untuk mengenalkan si kakak ini dengan abangnya si ibu yang sudah menjadi duda. Perkenalanpun berlangsung. Entah mengapa untuk kali ini si kakak mau berhubungan serius dengan duda. Biasanya dia paling ga mau, apalagi dengan duda beranak, soalnya ribet nanti urusannya, katanya begitu.

Si duda berdomisili di jakarta dan bermatapencaharian sebagai wirausaha di bidang keuangan. Perkenalan mereka yaa karena usia juga hanya sebatas komunikasi kaum dewasaaaa. Ga kayak orang usia 20 atau 30 dalam menjalin cinta yang penuh romantis. Perkenalan hanya beberapa bulan, karena mereka memutuskan untuk menikah di penghujung 2015. Terdengar buru-buru sih...tapiii karena sudah usia, dan memang nunggu apalagi sih, jadinya perkenalan yang singkat menurut mereka saat itu tidak masalah.

Masa- masa perkenalan dan "pacaran" yang terpisah kota, hanya dijalani lewat telepon telepon, kopi darat yaa paling di akhir pekan.

Dari masa "pacaran" deroleh kesepakatan kesepakatan di antara mereka, baik itu mengenai keuangan, anak2 si duda dan rumahtangga yang akan dibangun.

Ternyataaa....setelah si kakak menjadi istri si duda, apa yang disepakati selama pacaran tidak terealisasi. Wahhh...apakah ini penipuan?..kenapa jadi ikut kesel ya dengernya.

Saya memang tidak tahu bagaimana sesuangguhnya yang terjadi, saya hanya mendengar cerita versi si kakak itu. Kaget,
pengen nimpuk tuh duda, dan pengen bilang ama duda itu...helooooo dimana hati nuranimu. Ihhh kesel kesel

Si kakak itu diperlakukan seperti ini :
1. Setiap hari dikasih uang belanja 20rb
2. Pagi sarapannya hanya biskuit
3. Anak anak si duda sudah dewasa, sudah pada bekerja tetapi yang mencuci baju selama ini si duda. Haizzz....mana mencuci masih manual pake papan penggilasan
4. Setelah ada si kakak ini, si kakak yang disuruh mencuci
5. Lemari pakaian masih dipenuhi oleh baju mendiang istrinya, akhirnya baju si kakak disimpan di dalam koper yang dia bawa waktu sudah resmi menjadi istri si duda. Haduh...berasa lagi nginep di rumah orang yaa.
6. Dan jika di satu kesempatan ada acara kumpulan dengan teman atau sodara, si duda mengenalkan dan bilang kalau si kakak ini orang susah. Arghhh....pasangan hidup macam apa dia. Seharusnya dia itu menjadi pelindung bukan mengecilkan keberadaan si kakak.

Itu adalah beberapa hal yang menyebalkan yang terjadi dalam rumahtangga 2 bulan ini. Where is the love? Where is happiness in marriage life?

Yang kepikiran oleh saya adalah....seberapa besar sih sebenarmya niat si duda ini untuk berumahtangga lagi? Kalau memang belum mau berumahtangga ya ga usah maksain dong demi status biar ada pendamping. Sudah tua kok pikiran masih jelek. Niat menikah lagi untuk apa? Niat baikkah?

Aduhhh....masih ga bisa masuk logika. Harusnya kan gini....saya ingin menikah dengan si A karena niatnya pengen bahagia bersama si A pengen menyayangi si A dan menjalani kehidupan untuk saling tolong menolong dengan si A. Hal hal itu mungkin ga mau saya lakukan kalo dengan si B. Artinya ketika si A pun menyambut cinta saya dan akhirnya menikah yaa semampu mungkin kita berdua akan saling membahagiakan satu sama lain bukan menyakiti, apalagi ini masih hitungan 2 bulan

Sunday, April 21, 2013

Bob sedang berduka


Barusan aku call hp mu dan kamu bilang "bentar ya dek, aku sedang ngobrol dengan kawan almarhum.."
"oke.." kataku sambil menekan key end di layar samsung aku.

Dan setelah itu ..kenapa aku ingin meneteskan airmata?

Sudah seminggu ini, dia bercerita tentang betapa dia sedih sekali ditinggalkan selamanya oleh adik lalakinya tercinta. Dan dia juga menyesali kalo hampir setahunan ini, dia tidak pernah berkunjung ke kost adiknya yang sudah almarhum itu. Bukan karena tidak sayang atau tidak peduli, namun karena jam kesibukan mereka yang berbeda. 

Penyesalan demi penyesalan mengalir dari bibirmu. Aku hanya bisa mendengarkan dan mengingatkan dia, bahwa adiknya sudah tenang bersama BAPA. Dan aku juga meyakinkan dia, bahwa adikmu tahu kalo kamu menyanyanginya.

Tapi tak mungkin saya melarang dia untuk berduka dan meneteskan airmata. Saya tahu benar bagaimana rasanya ditinggalkan selamanya oleh anggota keluarga yang pastinya sangatttt kita sayangi. Saat itu...saya hanya ingin didengarkan...oleh karenanya akupun setia mendengarkan cerita-ceritamu tentang adikmu itu.

Kini di pulau dewata itu kau sendirian.
Dan aku tahu perasaanmu, saat sekarang berada di kamar kost adikmu (alm) dan mengepak barang - barang miliknya yang akan dikirim ke Jakarta, sesuai amanat oarangtuamu.
Pasti kamu merasa bahwa adikmu ada di sana, menyaksikanmu mengepak barang - barangnya.
Andai aku disana....aku ingin sekali membantumu sekaligus menemanimu menapaki kesedihan yang sedang kamu alami.

Bob...
Cepatlah keluar dari rasa berkabungmu
Life  must go on
Disini...aku berdoa untukmu, aku mohon Tuhan memberikan kepadamu ketegaran

Kembali kita diingatkan...waktu Tuhan menjemput kita adalah misteri, selalulah berjaga-jaga dan bersiap, sehingga sampai waktunya tiba, DIA menemukan kita di jalanNya...





Wednesday, March 13, 2013

B O B


B O B...tiga huruf  itu yang tercantum di contact profile blacberrymu. Tiga huruf yang rasanya tidak terlalu pasaran dijadikan nama orang. Selama aku menghirup nafas di bumi ini, aku mengenal nama BOB Tutupoly, BOB Marley, BOB Sadino, BOB Foster (nama pengajar di salah satu bimbel semasa aku SMA).

BOB tiga huruf yang memiliki aura berbeda. Beda dengan nama Asep, Hendra, Lukman, Ariel, Ferry...dan lainnya. Tiga huruf yang memberi kesan kokoh, angkuh dan ekslusif...(perasaan aku hihihi..)

Kini aku mengenal kamu BOB....

Senang rasanya tambah contact friend di BBku...

Dewasa. Selalu memberikan pengertian. Humoris

Suka.

Terlalu dini rasanya untuk memuja dirinya.

Ke depannya ???...Mari kita ikuti saja alirannya...

:)



Friday, February 15, 2013

Madam Ai....


Kami menyebut sosok yang masih nampak belia itu "madam" ai...
Usianya berkisar 38 hampir 40 tahun, namun kulit wajahnya masih mulus belum ada kerutan
Wajahnya memancarkan sinar, ditambah dengan seringnya si madam tersenyum, terasa ayu wajahne si madam satu ini..

Di awal Januari kami berkunjung ke rumah nya di sebuah gang pada sebuah pusat kota.
Saya mengenal madam ini dari dulu sebenernya, karena orangtua madam ini tetangga aku.
Dulu, si madam adalah anak gadis biasa yang bermain, bergaul layaknya anak sebaya. Jaman SMA, sya lihat selalu banyak teman si madam yang bermain ke rumahnya selepas jam pulang sekolah. Si madam memang sosok yang friendly.

Kini, sosok gadis itu berubah menjadi madam
Seorang pribadi yang bisa membantu oranglain dalam penyembuhan penyakit dan beberapa hal yang terkadang tidak terpikirkan oleh logika

Kami, tiga orang lajang yang bermula dari 'iseng' atau memang sudah ga betah melajang, pengen tahu dimanakah jodoh kita berada?
Hmmm...nampak konyol atau mungkin nampak seperti orang tak beragama ya?

Please...jangan punya pikiran itu temans, karena sungguh...kami tidak berniat menduakan Tuhan, kami hanya membuang rasa penasaran kami.

Oke, buat temans yang membaca postingan ini, kita hilangkan pretensi tentang bahwa kami mahluk yang murtad yaaa...semua karena keisengan kami...

Boleh tulisan ini dilanjutkan? 
s.m.i.l.e....:)

   Usia aku adalah usia paling muda diantara 2 temanku
   Usia temanku sudah kepala 4, sementara mereka bukan memilih untuk tidak berpasangan tetapi selalu saja   
   di setiap hubungan dengan lawan jenis berujung pada perpisahan

"Madam, kenapa ya sampai saat ini saya belum bertemu dengan jodoh saya?", temanku yang berambut keriting bertanya pada si madam
"Coba tulis nama lengkap, tanggal lahir dan nama lengkap ayahmu," si madam berkata seraya menyodorkan buku tulis dan ballpoint.

Temanku si keriting itu, mencatat apa yang diminta si madam di buku yang disodorkan tadi.
Setelah beres, dia memberikan buku itu kepada si madam

Mata si madam terpejam sebentar ketika sudah membaca data yang tadi dia minta
Saat mata si madam terpejam, dia mengernyitkan dahinya seperti sedang berpikir. Dan tak lama si madampun bersuara.."ini sepertinya ada masalah dari leluhur, ada orang-orang yang sakit hati sama leluhur dan tanpa disadari mengumpat, mengeluarkan sumpah serapah."

Temanku si keriting terdiam...

"Jadi dari umpatan orang jaman dulu itu, ada yang bilang kalo turunanmu akan ada yang susah bertemu jodoh," lanjut si madam.."kebetulan kenanya ke teteh.."

"Jadi jodohku tertutup ya madam..", lanjut temanku dengan rasa sedih
"Bisa dibukakan, hanya harus ada perdamaian dulu dengan masalah leluhur itu..", kata si madam
"Caranya bagaimana madam?", temanku ingin tahu

Bla,,,bla,,,bla,,,si madam memberikan pengarahan

Dunia seperti itu, sering tidak masuk dalam logikaku.
Namun jika dicermati ada benarnya juga.

Kini, kami bertiga sedang menunggu progress dari kerjaan si madam. Terkadang ini menjadi bahan guyonan kita bertiga. Kami easy going saja menyikapi ini.

Selanjutnya....nanti aku kabari di posting - posting selanjutnya ya..
:)



---------------------------------------

Jatuh cinta padamu adalah hal terbaik kedua yang pernah terjadi dalam hidupku..
Yang pertama? adalah aku menemukanmu...



Thursday, February 14, 2013

Tiga tahun sudah...


Lupa...kapan kami pertama kali berkenalan, yang saya ingat..saya menemukan dia atau dia menemukan saya di salah satu media chatting. Perkenalan yang bukan sebuah kebetulan dan tentunya atas skenario yang Kuasa (benarkah skenario yang Diatas?). Menurut dia perkenalan kami sudah memasuki tahun ketiga, tak terasa semua sudah berjalan sedemikian jauh. Jika kami mengingat awal perkenalan kami, akan ada rasa lucu dan malu yang menyelimuti.

Kamu bilang, aku polos banget ketika di awal perkenalan. Kamu pede banget on cam padahal wajah lecek dan rambut berantakan. Dia bertanya ,"kenapa kamu ga dandan dulu waktu itu, setidaknya sisiran kek?"..
Ha..ha..ha..aku tertawa, karena pada saat itu aku hanya berpikir, kita hanya akan ngobrol pada saat itu aja, dan saat itu saya tidak punya pikiran dan tujuan lain. Tujuan seperti mencari pacar lewat dunia maya, atau untuk hal - hal lainnya...tidak ada pikiran aku untuk itu, pada saat itu.

Kalau sampai saat ini, kita masih bisa berkomunikasi, itu diluar rencana aku, ga tau kalo dengan rencanamu.
Tapi sepertinya sudah ada dalam rencanamu untuk terus nempel dengan aku. Itu aku tahu dari pengakuanmu, sampai kamu rela mengobral kebohongan di awal perkenalan kita. Walaupun kamu bilang itu bohong putih.
Bohong putih...
Yaaa...bohong putih itulah yang membuat ada cerita - cerita selanjutnya yang lebih beragam diantara kita.

pict pinjem dari sini

Kamu...merasa memiliki bentuk hidung yang sama dengan aku, dan itu yang selalu pengen kamu lihat kalo kita on cam. Dan kamu berpikir, bentuk hidung yang sama menandakan sesuatu...
Sesuatu yang bikin aku tidak habis pikir...

Kini, tahun ketiga yang kita jalani...
Kita hadir dengan cerita masing - masing..
Dengan membuka topeng yang selama ini kamu kenakan...
Tapi entahlah, apakah kamu memakai topeng yang baru..