Menanti dengan kesakitan




Jiwa yang merindukan kehadiranmu seakan bergejolak seperti ombak di lautan yang mengalami musim pasang
Sungguh tak terbendung deburannya, menghentak keras di dada ini, membuat kepala berdenyut, dan membuat airmata tak kuasa untuk tak mengalir.

Kerinduan yang sangat dalam...
Kerinduan untuk dicintai oleh sosok yang Kau kirimkan..
Bibir boleh berkata "aku bisa menjalani hari tanpa belahan jiwa.."
namun hati berontak...meminta untuk disayangi

Berharap pada siapa? memohon pada siapa?
Semua hanya misteri..yang menunggu waktu untuk terkuak
Betapa indahnya , jika sosok itu hadir saat ini
Saat airmata ini menetes menahan kerinduan

Terkadang bertanya-tanya...
Mengapa perasaan ini hadir dan begitu menyiksa..
Bagaimana jika takdir berkata bahwa sosok itu tidak akan hadir
Apakah dada ini tidak akan semakin sesak? dan airmata ini tidak akan mengering?
Tak berani membayangkannya

Hentikan deburan ombak ini
Karena dada semakin sakit kena hantamannya
Pikiran semakin kalut...
Tak percaya, haruskan selama ini...

Semua hanya berkata sabar semua ada waktunya
tapi itu tak menenangkan...

Meronta dan meringis karena kesakitan yang tak ada obatnya
Mungkin ketika berlutut dan memejamkan mata
merendahkan diri..memohon belas kasihan dari Sang pencipta
kedamaian itu hadir...
tenang...
Ombak ini reda...




 #sudah waktunya...datanglah 24092011#

Comments

Anonymous said…
jangan banyak milah-milih sinyho,,,,yang di depan mata sudah nyata kenapa harus mengimpikan idola yang tidak pernah bertatap muka sekalipun,,,,,,
kamu tidak akan bisa beli hari esok..tapi kamu bisa bayar kesalahan kemarin,,,,,salam sukses