Wednesday, October 20, 2010

Mother Theresia hidup kembali?

Dia masih disana...diatas tanah basah dan becek dan diantara gundukan sampah sampah plastik yang dibuang orang dengan sembarangan. Bisa saya bayangkan, bau sampah yang pastinya menyengat dan lingkungan yang lembab. ughhh sungguh tidak sehat.

Namun dia nampaknya betah disitu. Ketika siang matahari terik, dia masih terduduk diatas tanah itu beralaskan kain sarung yang sudah sangat kumel. Di depannya ada botol air mineral 600ml yang warnanya sudah kusam. Sudah tidak hygienis...

Dia, lelaki tua, yang rambutnya sudah memutih dengan janggut yang sudah tidak terurus. Badannya kurus, hanya dibalut dengan kaos entah warna hitam yang sudah bladus, dan celana panjang yang sudah kusam juga. Badannya yang sangat kurus, membuat punggungnya nampak bongkok ketika dia duduk diatas tanah itu.

Beberapa hari ini, ketika aku melewati jalan itu, pasti dia ada disana...
tidak pernah bergeser...selalu ditanah itu, seolah olah itu adalah kavling miliknya.

Dan malampun, ketika aku melewati jalan itu, diapun sudah terbaring tidur di tanah itu, nampaknya lingkungan sekitarnya tidak dia ambil pusing. Udara yang dingin, pasti menusuk tulangnya...karena tidak ada lemak dalam tubuhnya yang kering kerontang itu, bau menyengat dari tumpukan sampah pun tak mengganggu kenyamanan tidurnya..akhh terbuat dari apakah Bapak tua itu?? Kegelapan malampun semakin membuatnya terlelap...sampai sampai aku bertanya sendiri ..:pak tua, tidak takutkah kamu ada orang jahat atau ada ular yang menggigitmu?"...halah,,,kenapa aku mempertanyakan itu yaa...bukankah dia orang tak waras, mana mungkin dia memiliki kekhawatiran atau ketakutan seperti aku atau manusia normal.

Tiba-tiba ada pertanyaan aneh di hati ini "memangnya bapak tua itu tidak waras ya?"
Orang tidak waras bukannya seperti di cerita si unyil, seseorang yang selalu bernyanyi sendiri dengan berlari lari dan mengejar ngejar orang, sehingga orang orang menjadi ketakutan, atau orang tidak waras dalam benakku adalah seseorang yang selalu berteriak teriak dan membuat kegaduhan...tapi pak tua itu selalu saya lihat dalam keadaan terdiam.

Hai pak tua, ada apa denganmu?
mengapa kau memilih tinggal di kavling yang becek itu?
Dimanakah istrimu? anak anakmu? dan sanak saudaramu?

Aku dan mobilku hanya melintas, dan setiap kulewati kavling, aku hanya menebak kau masih disitu atau tidak, dan ternyata kau selalu ada disitu...

Aku hanya melintas....ya h a n y a melintas

Dan parahnya aku berkata pada ibuku, ketika aku melintasi kavlingmu "coba aja kalo mother theresa masih hidup, pasti bapak itu sudah dibawa mother theresa ke panti miliknya, kau akan diurus dan dirawat..."

Jadi mother theresa harus hidup lagi ya, biar orang orang seperti bapak tua ini dapat hidup layak?

Kenapa bukan kau saja yang jadi "mother theresanya"...? ada suara itu..
*God terus ingatkan agar aku merealisasikan janjiku...walau takut juga,,ihhhh*
akkkhhhh tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk....
aku belum mampu seperti "mother theresa"...

Tapi aku berjanji, aku tidak akan hanya melintasi kavlingmu pak,,,
aku mau bertamu ke kavlingmu.....


---------------------------

*God terus ingatkan janjiku agar jadi nyata..tapi takut juga...*





1 comment:

Raa said...

Mother Theresia! sang inspirator.....hhmmm kenapa nggk kita saja yang menjelma jadi beliau?
Nice!