Thursday, May 21, 2009

if life is so easy as we want..


andai hidup bisa kita jalani dengan maunya kita

mungkin kita akan menjadi insan yang pemalas
andai hidup semudah yang kita harapkan
mungkin para motivator sekelas andrie wongso dan mario teguh tidak akan berjaya
di seminar seminar motivasi
.......

Seharian ini, liburan membawa saya untuk melakukan perenungan
tanpa disadari hari ini jiwa saya merasa merindukan sesuatu
sesuatu atau seseorang tidak jelas maknanya

perenungan sampai pada pengandaian di paragraf awal

jiwa ini adalah penghuni raga yang tidak abadi,
jiwa ini pada akhirnya akan berkelana memasuki fase fase kehidupan yang lain
di saat raga ini mulai menua, mulai memudar dan mulai mengeriput
pada ujungnya, kita akan sampai pada satu tahap yaitu kematian


hidup hanya begitu

rentangan masa demi masa yang saya jalani adalah penantian untuk menuju fase itu

......
kadang apa yang kita mau, kita sukai, tidak dengan mudah kita dapatkan
kadang, kita pikir apa yang sudah kita lakukan untuk orang lain itu untuk kebaikan dia

saya memiliki satu orang adik. dia satu satunya anak cowok di keluarga kami. dan saya sebagai kakak menginginkan yang terbaik buat dia.

suatu kali dia minta diantar untuk membeli sepatu. dan pergilah kami menuju mall, dan kami terlarut dalam lautan sepatu yang bagus bagus modelnya, dan harganya tentu juga ga kalah bagusnya.

selera saya dan selera dia berbeda. apakah ini dipengaruhi oleh gender atau hanya oleh selera, entahlah.

dia memilih sepatu yang dia mau dan dia meminta pendapat saya.
menurut saya sepatu yang dia pilih terlalu sederhana, sebagai kakak saya pengen lihat dia tampil keren, dan saya mengakatan kenapa tidak yang ini saja, model ini bisa kamu pakai kalo kamu mau maen, atau ntar kalo sudah bekerja, modelnya kasual dan anak muda.
akhirnya dia memutuskan untuk membeli apa yang menjadi anjuran saya.

dan tahu tidak, sampai saat ini sepatu itu masih tergolek manis di dalam dus yang sama waktu dia kami bawa pulang ke rumah. masih bersih, belum ada pasir yang menempel di telapak sepatu.

kini, dia sudah lulus mengantongi gelar apoteker. akhirnya adikku lulus juga, setelah dengan susah payah kami mendorongnya dan mama merayunya dengan beberapa kali tetesan airmata. sempat kuliahnya dia abaikan dengan alasan tidak menyenanginya.

itulah adikku yang selalu bertanya, kenapa saya tidak bisa menjalani hidup seperti yang saya suka.
saya hanya bilang, ya itu hidup tidak selama yang kita suka bisa kita dapatkan, jika semuanya yang kita suka dengan mudah kita dapatkan, kita menjadi sombong, dan kita tidak mengenal yang namanya berjuang.

saat ini ketika dia sedang mencari lowker, dia pun masih memegang idealismenya
dan kami orang rumah dibuat senewen kembali.

salah satu temen kerja saya , memiliki kenalan di dunia farmasi, saya pikir ini cocok buat adikku, saya pulang kantor dengan satu pikiran, ini kesempatan yang akan bikin adek saya gembira, dengan semangat saya ceritain ada low ker itu, tapi dia nya tidak antusias.
kami orang rumah, selalu menyemangati dia untuk mencoba dulu, kalo ternyata tidak cocok tinggal resign, dah bertubi tubi petuah diberikan pada adek saya.

sampai akhirnya adek saya bilang, kenapa dari kecil sampai sekarang saya tidak diberi kebebasan untuk menentukan apa yang saya mau lakukan dalam hidup saya. saya pengen menjalani hidup dan milih kerjaan sesuai dengan yang saya suka.

debat debat pun terjadi

kami hanya memikirkan masa depanmu dek! umur terus bertambah, kehidupan terus berjalan, kalo kita nunggu mau melakukan apa yang kita sukai bakal banyak peluang peluang yang terlewatkan.

Tuhan menggunakan satu hal yang kadang kita rasa tidak menjanjikan menjadi satu hal indah

Hidup tidak selamanya semudah yang kita mau, hidup tidak selalu menyajikan semua yang kita mau dapat kita raih.

----
Semua melalui proses!!!

2 comments:

denny said...

iya betul memang ito,
tapi jalan hidup orang,
apa yg disenangi orang,

dan bukan gak mungkin adek ito punya rencana sendiri buat masa depan dia?
cita2 sendiri?

capek juga lho ngikutin mau orang..

:)

Curly_t@uRus said...

@ denny : betul
hanya suka gemes ajahhh,,,
kami, kakak2nya pengen punya adek yang sukses,,,"dengan cara kami"
tapi memang, hidup dia adalah milik dia, hanya ya gemezzz itu tadi, terlalu slow,,,,