Thursday, December 25, 2008

natal dalam nasi bungkus

Malam Natal, menggoda seseorang untuk berbagi
Pesan Natal selalu mengisyaratkan 'hendaklah kamu saling mengasihi dan saling berbagi dan hidup dalam Damai'

Natal tahun ini tidak hujan, baguslah. Berharap rencana Violet bisa terrealisasi.
Violet berkeliling menyusuri jalanan mencari sosok yang mengharapkan curahan Kasih.

Sepi,jalanan lengang,,,



Pria botak, dengan celana pendek dan kaos kumal, berdiri di dekat lampu merah, loncat-loncat dan tertawa sendiri.
Violet : "Ini, mau?" sambil menurunkan kaca mobil dan mengulurkan sebuah nasi bungkus
Pria botak : #mengampiri sambil tetap tertawa, di ambilnya bungkusan itu, dan dia mengacungkan acungkannya kepada beberapa pengamen yang ada di pinggir jalan# ada sukacita dalam bahasa tubuhnya
Violet : #merasakan sukacita juga#

Violet : "pak, ini?" (mengulurkan sebungkus nasi bungkus)
pemungut sampah dengan tangan buntung: "terimakasih neng,,,"
(hahhh,,mereka langsung bilang terima kasih, tanpa tanya ini apa, mereka tulus menerima niat baik violet, rasanya kok senang ya menerima ucapan "terimakasih" malam itu...)

Violet : berjalan mendekati pemungut sampah yang sedang mengorek-ngorek tempat sampah di pinggiran jalan juanda "pak, sudah makan..?"
Pemungut sampah : "belum"
Violet :"ini pak, ada makanan"
Pemungut sampah : " terima kasih"
Violet : "Selamat NATAL pak..."

Violet : jiahhh,,lampu merah (di lampu merah dpn BII Riau),,ada anak-anak yang jualan cobek
violet buka kaca mobil " dek, sudah makan ?"
Anak penjual cobek : "Belum"
Violet : " ini.."(mengeluarkan 2 buah nasi bungkus)
Anak penjual cobek : "terimakasih"
Violet : "Met NATAL YA..."
Anak penjual cobek : tersenyum

Violet : memasuki jalan buah batu, jam menunjukkan pukul 23.10
"stop, ada peminta-minta tuh dengan kaki buntung"
Pengemis kaki buntung : lampu merah, dia menghampiri beberapa mobil yang terhenti karena lampu merah, mengharapkan ada yang memberi dia uang recehan.
Violet : coba mendekati, tapi pengemis kaki buntung malah ke tengah jalan, violet menunggu di pinggir jalan, sampai si pengemis kaki buntung menepi ke pinggir jalan.
Lampu hijau akhirnya, sang pengemis itu menepi ke trotoar.
"Mas, ini ada makanan buat mas.."
Pengemis kaki buntung : tersenyum, mengucapkan "terimakasih"...

Maju dikit, menuju pertokoan griya buah batu, violet melihat beberapa anak kecil berkerumun
Violet : " dek, lagi ngapain"
Kerumunan anak-anak : "jualan cireng..."
Violet : "udah makan belum?"
Kerumunan anak-anak : "belum"
Violet : mengeluarkan 3 buah nasi bungkus "ini, makan ya"
Kerumunan anak-anak : "terimakasih"
Violet :"Selamat NATAL..."
Kerumunan anak-anak : "dan selamat tahun baru kak,,,"
Violet : tersenyum dan berlalu...

Violet terus menyusuri jalanan dan jam menunjukkan puluh 23.30, violet memasuki jalan asia afrika, tepat di dekat Savoy homan dan gedung KAA, banyak sekali disitu mobil2 berhenti, ramai sekali, ternyata di situ juga jadi tempat ajang wisata kuliner, banyak orng2 bermobil, berhenti disitu dan asik menyantap makanan yang menjadi khas di bandung.

Ironis sekali, diantara jejeran mobil itu, di teras-teras gedung perkantoran di sana derah bank mandiri, banyak sekali kaum-kaum miskin yang mungkin bekerja sebagai pemulung, mencoba menggelar tikar bututnya atau koran sebagai alas untuk memasuki dunia mimpi atau sekedar mendendangkan musik kehidupan dalam dengkurannya.
ughhhh,,banyak sekali mereka,,,,

Violet : turun dari roda empat, membawa keresek, berjalan menuju teras perkantoran itu,,,belum sampai dari arah yang hendak dituju sudah ada seorang pria berjalan menuju si violet
"pak ini makanan buat disini, bagi-bagi aja ya.."
Pria yang mendekati violet : "iya.." sambil menjulurkan tangannya meraih keresek dari tangan violet

Ga dalam itungan detik, mereka saling berebut....

Udara malam itu tambah menusuk tulang, ucapan terimakasih yang tulus dari mulut-mulut mungil mereka menyelimuti violet malam itu, memberi kehangatan.

Terimakasih mulut-mulut kecilku, kalian mengijinkanku, menyalurkan kasih Tuhan, memaknai Natal tahun ini, untuk berbagi, walaupun hanya dengan nasi bungkus.

Thanks God. MERRY CHRISTMAS!!!

No comments: