GOES TO CHRISTMAS....

Guyuran hujan, tak menyurutkan langkah sang gadis, untuk menemukan dimana gerangan perayaan kelahiran “sang penyelamat” itu diadakan. Iklan di salah satu radio swasta,yang mewartakan ttg perayaan itu tak sepenuhnya di dengarkan oleh gadis itu. Sang gadis hanya ingat bahwa acara itu diadakan Sabtu ini jam 18.00. Mengenai tempatnya sendiri, memory otaknya tidak bisa memastikan.

Sang gadis, memang tidak bisa dihalang jika sudah ada maunya. Siang itu, sang gadis bertekad untuk menghadiri perayaan “kelahiran sang juruslamat”. Menurut feelingnya, perayaan itu di adakan di “istana muara” Jl. Muara. Jauh juga dari rumah sang gadis, harus naik dua kali angkot. Tekad sang gadis sudah bulat.



HADIRILAH PERAYAAN NATAL DISERTAI MUJIZAT PENYEMBUHAN
DI PIMPIN OLEH PDT Drs.YP (yang sangat diurapi Tuhan dan pernah mengalami mujizat kesembuhan dan bla,,,bla,,,bla,,,,)




Undangan yang membawa satu pengharapan bagi sang gadis. Hujan yang menemani perjalanan sang gadis menuju tempat perayaan tak menjadi penghalang.
Entah..semangat dari mana yang ada di hati sang gadis.
Satu hal yang ada di benak sang gadis, sang gadis hanya ingin sembuh.

Sembuh. Tidak lebih.

Sang gadis sakit? Mengapa dia pergi seorang diri, dalam dekapan hujan pula. Bukannya nanti tambah sakit?

Sang gadis tidak peduli. Itulah sang gadis, jika punya mau harus di
lakukan, walaupun seperti sekarang, dia masih remang-remang mengenai tempat dimana perayaan itu.

Nekad.

Hujan tidak semakin reda, malah sebaliknya, kaca jendela diselimuti kabut, dan awan hitam di langit mengumpal, gumpalan yang berisi titik titik air yang siap di curahkan ke bumi.

“Stop bang...!”
Setelah hampir satu jam, akhirnya sang gadis tiba di daerah Istana Muara. Dengan payung sang gadis menyusuri jalan itu menuju gedung Istana Muara. Angin yang berhembus, membuat sang gadis sempat kewalahan menahan payungnya agar tidak terbang dihembuskan angin sore itu.
Sepi, itulah suasana Istana Muara, ketika sang gadis tiba di tempat itu.
“loh, kok sepi,,,”, sang gadis tercengang...berarti bukan disini .
Sang gadis, maju menghampiri beberapa orang bapak yang berkerumun disitu (mungkin para pegawai gedung itu)
“Pak, hari ini disini tidak ada acara Natalan?”
“ooo,,,tidak ada, ini sedang di dekor untuk resepsi pernikahan untuk esok hari”, seorang bapak menjawab sang gadis.

Seratus persen salah feeling sang gadis.

Sang gadis, mengeluarkan HPnya dan memencet nomer radio swasta yang mewartakan perayaan Natalan ini,
“halo,,mba, saya mau tanya, kalo acara Natalan yang dipimpin Pdt. YP itu dimana?”
“ di gedung Balai Sartika mba...”
Hahhhh,,,gedung itu kan deket dengan rumah saya, pikir sang gadis. Sang gadis ga perlu melakukan perjalanan yang mencekam selama hampir se jam dalam angkot dan diselimuti embun. Mengigil kedinginan.

Segera sang gadis menyebrangi jalan,menyetop angkot abu abu.Semangat sekali sang gadis. Pyuuhh..

“Stop bang...”

Akhirnya sampai juga. Dan bener saja, parkiran mobil sudah penuh, Gedung itu sangat berkilau, suara band yang mengiringi lagu “dari pulau dan benua, terdengar selalu trus, lagu pujian semua, bagi nama penebus, Glooo...oooo...ria, in exelcis deo.......”

Acara sudah dimulai hampir seperempat susunan acara sudah terlewati.
Sang gadis masuk. Ada rasa tidak pede, karena badannya agak basah akibat air hujan yang menyentuh tubuh sang gadis, dan celana panjangnya juga kena hujan.
Pede aja lagi. Sang gadis datang ke sini karena dia ingin bertemu Tuhan,mengucapkan selamat datang ke dunia bagi sang Juruslamat, dan sang gadis ingin merasakan mujizat Tuhan yang luar biasa.

Sang gadis ingin sembuh.

Masih bertanya, sakit apa sang gadis? Tidak nampak lesu, malah sangat semangat

to be continued...

Comments