Tuesday, December 23, 2008

goes to christmas 2

Sampai di tempat natal, sang gadis diliputi rasa haru, karena kini sang gadis dapat merasakan suasana Natal.

Bulan desember selalu mengingatkan sang gadis, Yesus Lahir, semua makhluk menyambut dengan sukacita, dan dengan pengharapan. Santa Clause dengan swather pit membuat pesta natal semakin semarak.

Kado yang menarik, ada di karung santa clause. Semua anak-anak akan mendapatkannya. Hanya anak-anak,,,sayang sang gadis tidak dalam batang grafik usia anak-anak, dia sudah menjadi gadis.

Natal, ya harus ceria
Gadis, ya harus beda dari anak-anak,,
Gadis, sudah harus dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri

Natal tahun itu, membuat sang gadis memiliki PENGHARAPAN akan kesembuhan penyakitnya.
Pengharapan akan kesembuhan, bukan sesuatu yang mustahil.

Altar call akhirnya datang
Minyak urapan dibagikan oleh para konselor, sang gadis dengan semangat mengambilnya. Dengan langkah pasti, sang gadis melangkah mendekati altar
Berusaha berada dekat sekali dengan Pendeta yang akan mendoakan
Tangan sang pendeta menggapai-gapai setiap kepala,orang-orang yang ada di depan altar,
Sang gadis berusaha semakin mendekatkan kepalanya agar dapat dijamah oleh Pendeta tsb.
"Berhasil, dia menjamah kepalaku..!" pekik sang gadis dengan hati yang senang

Satu keyakinan yang sang gadis itu pegang, dengan kepalanya di jamah pendeta tsb, sang gadis AKAN SEMBUH.

Dengan hati yang berdebar sang gadis ingin sekali membuktikan, bahwa apa yang dia yakini, ASAL DIJAMAH SAJA KEPALANYA DENGAN MINYAK URAPAN SANG GADIS AKAN SEMBUH, deg deg an itu yang dialami sang gadis.

Rasa ingin tahunya begitu besar, kata-kata dihatinya seakan memburu, memaksa sang gadis untuk cepat2 membuktikan apa yang dia yakini.

Di tengah keramaian orang-orang yang berada di altar call, ada yang nangis, ada yang terus memanjatkan doa-doa, puji-pujian kepada sang raja, sang gadis menggerakkan tangannya dan memasukkan ke mulutnya.
Sang gadis ingin memastikan apakah benjolan yang ada di lidahnya sudah hilang?

depsss,,,hilang sudah impian sang gadis untuk dapat hidup sebagaimana gadis-gadis normal lainnya, lenyap sudah kepercayaan sang gadis akan adanya mujizat, akan adanya kesembuhan. Benjolan itu masih disana!
Kalau sang gadis udah dapat menghilangkan benjolan ini, sang gadis pasti bisa bergaul dengan semua orang tanpa rasa minder, kalau saja benjolan ini bisa hilang pasti si kecengan sang gadis mau menerima sang gadis jadi kekasihnya.

Sang gadis muram
Sang gadis kecewa
Sang gadis bertanya, Tuhan pilih kasih
Orang yang duduk di kursi roda yang ada di samping sang gadis perlahan-lahan dapat berjalan

Tuhan, mungkin murka karena sang gadis berharap mendapatkan kesembuhan dari si pendeta, bukan berharap pada Tuhan. Tuhan marah untuk hal ini, karena TUhan adalah Allah yang penuh cemburu, Dia tidak mau manusia berharap kepada allah lain selain ALLAH yang lahir ke dunia 2008 tahun yang lalu.

Dan sang gadis akhirnya menyadari, bahwa menjadi pengikut Yesus bukan berarti tidak hidup dalam kesakitan, tidak selalu memandang langit biru, tapi ada hal yang mau YESUS rancang buat kehidupan kita.

Sulit memang untuk memahami rancangan Tuhan dlam hidup ini.
Satu hal yang menjadi pegangan sang gadis
cuKUPlah KasiH kARUnia-Ku bagimu, sebab juStru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna (korintus 12 ayat 9A)


pRAISe THE lORD,,,,

Kuasa Yesus Sempurna dalam hidup sang gadis, Tuhan mengangkat rasa tidak percaya diri sang gadis, Tuhan menaruh banyak kemampuan dalam diri sang gadis.

Kini sang gadis masih bisa menikmati perayaan-perayaan natal di tahun tahun selanjutnya...

Tuhan mengcreate sang gadis menjadi seperti apa yang DIA mau, bukan yang sang gadis mau...

Masih banyak penggenapan-penggenapan kesempurnaan KUASA YESUS dalam hidup sang gadis
Thanks YESUS, Kau lahir ke dunia, karena Engkau mau merangkul sang gadis, dan memperbaiki citra dirinya.

Natal selalu menghadirkan perasaan-perasaan mendebarkan dan kadang tidak dapat dipahami.

Iman, itu yang kita perlu di bumi ini.

No comments: